Trump Siapkan Tarif Baru untuk Semikonduktor, Ponsel dan Laptop Jadi Kena Imbas

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa tarif baru untuk semikonduktor akan segera diberlakukan. Kebijakan ini berdampak langsung pada produk elektronik seperti ponsel pintar dan laptop.
Awalnya, barang-barang elektronik buatan Tiongkok seperti semikonduktor, smartphone dan laptop sempat dibebaskan dari tarif tambahan. Namun, pemerintah AS secara cepat mencabut pengecualian ini.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menjelaskan bahwa kebijakan bebas tarif tersebut hanya bersifat sementara. Barang-barang elektronik itu kini akan termasuk dalam tarif baru yang disebut sebagai 'tarif semikonduktor'.
Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump menegaskan tidak ada lagi pengecualian tarif. Ia menyebut bahwa ponsel dan laptop akan tetap dikenakan tarif 20 persen yang disebutnya sebagai 'Tarif Fentanyl' dan akan dimasukkan dalam kategori tarif yang baru.
"TAK ADA seorang pun yang 'lepas dari tanggung jawab' atas Neraca Perdagangan yang tidak adil, dan Hambatan Tarif Non Moneter, yang telah digunakan Negara lain terhadap kita, khususnya China yang sejauh ini memperlakukan kita paling buruk!" kata Trump, dikutip Selasa (15/4/2025).
Trump juga menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki seluruh rantai pasok elektronik. Keputusan ini merupakan bagian dari rencana tarif keamanan nasional.
"Semikonduktor dan SELURUH RANTAI PASOKAN ELEKTRONIK dalam Investigasi Tarif Keamanan Nasional yang akan datang," lanjut Trump.
Dikutip dari Mashable, Selasa (15/4/2025), analisis dari UBS Investment Research menyebutkan bahwa jika tarif baru diberlakukan, harga iPhone 16 Pro Max 256 GB bisa melonjak hingga mencapai $1.874 (sekitar Rp31,5 jutaan) dari harga awal $1.199 (sekitar Rp20,1 jutaan).
Hingga kini, detail pasti soal tarif semikonduktor belum diumumkan, namun keputusan ini dipastikan akan berdampak besar pada harga dan distribusi produk elektronik global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








