China Uji Coba Implan Otak Pertama, Pasien Lumpuh Bisa Main Game Hanya dengan Pikiran

AKURAT.CO China resmi memulai uji klinis pertama untuk teknologi antarmuka otak-komputer (BCI) invasif. Upaya ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi kesehatan di negara tersebut.
Seorang pasien tetraplegik berhasil mengoperasikan komputer, bermain catur dan mengendalikan permainan balap hanya dengan pikirannya. Kemampuan ini muncul setelah tiga minggu sejak ia menerima implan BCI.
"Sekarang saya dapat mengontrol komputer dengan pikiran saya. Rasanya seperti saya bisa bergerak sesuka hati," kata tetraplegic yang tidak disebutkan namanya, dikutip dari Global Times, Minggu (22/6/2025).
Teknologi ini dikembangkan oleh Pusat Keunggulan Ilmu Otak dan Teknologi Kecerdasan (CEBSIT). Lembaga riset tersebut berbasis di Shanghai, Tiongkok.
Pasien yang kehilangan keempat anggota tubuhnya akibat kecelakaan listrik 13 tahun lalu, menjalani prosedur implan pada 25 Maret. Setelahnya, ia menunjukkan kemajuan pesat tanpa mengalami infeksi atau gangguan.
BCI CEBSIT diklaim lebih canggih dari teknologi sejenis milik Neuralink asal Amerika Serikat. Elektroda mereka berukuran lebih kecil dan fleksibel, sehingga minim risiko dan nyaris tak terasa oleh pengguna.
Implan ini memiliki diameter 26 mm dengan ketebalan kurang dari 6 mm. Ukurannya yang sangat ringkas menjadikannya salah satu implan paling kecil di dunia.
Langkah selanjutnya adalah menguji kemampuan pasien mengendalikan lengan robot. Tim peneliti menargetkan teknologi ini mendapat izin dan masuk pasar Tiongkok pada 2028.
CEBSIT berhasil melampaui pengembang lokal lain seperti Beinao yang lebih dulu mengembangkan teknologi serupa. Meski Beinao sempat menguji versi awal pada manusia, BCI CEBSIT menjadi yang pertama menjalani uji klinis manusia berskala penuh di Tiongkok.
Jika berhasil, teknologi ini berpotensi membawa perubahan besar bagi dunia medis. Jutaan orang dengan cedera tulang belakang, amputasi, atau penyakit neurologis berat lainnya bisa merasakan peningkatan kualitas hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







