Dorong Inklusi Finansial Pengemudi, inDrive.Money Hadirkan Layanan Keuangan yang Relevan di Indonesia

AKURAT.CO, Permintaan akan layanan keuangan yang relevan dan terjangkau bagi pekerja sektor informal terus meningkat, terutama di kalangan pengemudi transportasi online.
Menanggapi kebutuhan ini, pada Februari 2025, inDrive secara resmi luncurkan inDrive.Money di Indonesia sebuah inisiatif yang dirancang untuk mendukung stabilitas keuangan dan pertumbuhan jangka panjang para pengemudi.
Sejak diluncurkan, inisiatif ini mendapat sambutan yang sangat positif, terutama dari komunitas pengemudi inDrive yang telah merasakan langsung manfaat dari layanan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka di lapangan.
"Lewat kerja sama dengan Ammana, platform pinjaman syariah berbasis teknologi, kami ingin memberikan solusi keuangan yang tidak hanya jelas dan sesuai kebutuhan, tapi juga bisa membantu pengemudi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meraih kemajuan keuangan di masa depan," kata Wahyu Ramadhan, Communication Manager inDrive Indonesia.
Pasar ride-hailing di Indonesia diproyeksikan tumbuh pesat, dari sekitar USD 2,67 miliar pada tahun 2023 menjadi lebih dari USD 4,66 miliar pada 2028, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar 8,75% (Mordor Intelligence, 2024).
Laporan dari Research and Markets juga memperkirakan nilainya bisa mencapai USD 4,41 miliar pada 2025 dan naik menjadi USD 6,26 miliar pada 2030.
Angka ini mencerminkan peluang besar bagi layanan keuangan digital yang dirancang khusus untuk pengemudi. Namun, banyak pengemudi masih kesulitan mengakses layanan keuangan formal karena keterbatasan riwayat kredit, dokumen pendukung, dan penghasilan yang tidak tetap.
Akibatnya, mereka kerap mengandalkan platform alternatif seperti fintech berbasis dompet digital dan layanan pinjaman peer-to-peer.
Untuk menjawab kesenjangan ini, inDrive bekerja sama dengan Ammana platform fintech pinjaman syariah peer-to-peer asal Indonesia mengembangkan berbagai solusi keuangan berbasis teknologi yang mudah diakses, termasuk pendanaan mikro, pembiayaan kendaraan, asuransi mikro, hingga fitur Buy Now, Pay Later untuk kebutuhan operasional seperti bahan bakar dan perawatan kendaraan.
Model embedded finance semacam ini semakin penting seiring dengan meningkatnya digitalisasi dan penggunaan dompet digital.
Ammana memperkirakan pertumbuhan yang signifikan di segmen ini, dengan proyeksi bahwa layanan keuangan untuk pengemudi online akan tumbuh lima kali lipat dalam lima tahun ke depan, melampaui pertumbuhan pasar pinjaman digital secara keseluruhan yang diperkirakan hanya akan meningkat dua kali lipat dalam periode yang sama.
Widji Tri Kusuma Adhi, Direktur Ammana, turut memberikan pandangannya terkait pengembangan inDrive.Money.
"Mitra pengemudi transportasi digital merupakan bagian penting dari ekonomi digital Indonesia, tetapi banyak dari mereka masih kesulitan mendapatkan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Lewat kerja sama dengan inDrive, kami ingin memberikan layanan keuangan yang mudah dijangkau, sesuai prinsip syariah, jelas, dan aman," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









