Asia Pasifik Hadapi Ancaman Siber Baru dari Perkembangan Komputasi Kuantum

AKURAT.CO Kawasan Asia Pasifik (APAC) tengah menjadi pusat perkembangan komputasi kuantum. Negara seperti Tiongkok, Jepang, India, Australia, Korea Selatan, Singapura dan Taiwan berada di garis depan.
Dukungan pemerintah dan adopsi cepat di sektor keuangan, farmasi, hingga startup mendorong pertumbuhan pesat teknologi ini. Meski berpotensi besar, komputasi kuantum juga membawa risiko serius, terutama bagi keamanan siber.
Teknologi ini berpotensi memecahkan metode enkripsi tradisional sekaligus menciptakan standar enkripsi baru yang lebih kuat. Namun, saat ini kemampuan tersebut masih terbatas di laboratorium dan demonstrasi konsep.
Menurut Sergey Lozhkin, Kepala Tim Riset & Analisis Global untuk META dan APAC di Kaspersky, pasar komputasi kuantum di APAC tumbuh pesat dari USD 392,1 juta tahun lalu. Nilainya diproyeksikan mencapai USD 1,78 miliar pada 2032 dengan CAGR 24,2 persen.
"Komputasi kuantum dapat membuka inovasi-inovasi inovatif, sekaligus mengantarkan kawasan ini ke era baru ancaman keamanan siber," ujarnya, saat acara Kaspersky APAC Cyber Security Weekend di Da Nang, Vietnam, Selasa (5/8/2025).
Lozhkin mengidentifikasi tiga risiko utama yang perlu diwaspadai. Pertama, taktik store now, decrypt later di mana peretas menyimpan data terenkripsi saat ini untuk dibuka saat teknologi kuantum matang.
Kedua, ancaman pada blockchain dan aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum yang rentan dipalsukan tanda tangannya serta dimanipulasi riwayat transaksinya. Ketiga, potensi munculnya ransomware tahan kuantum yang sulit dibongkar oleh komputer klasik maupun kuantum.
Ancaman tersebut membuat para pakar menekankan pentingnya transisi ke kriptografi pasca-kuantum mulai dari sekarang. Proses ini dinilai memakan waktu bertahun-tahun, sehingga koordinasi antara pemerintah, pelaku industri dan peneliti menjadi krusial.
Lozhkin menegaskan, ancaman terbesar bukan berada di masa depan. Ancaman itu justru ada pada data bernilai jangka panjang yang sudah terenkripsi hari ini.
"Keputusan keamanan yang kita buat hari ini akan menentukan ketahanan infrastruktur digital kita selama beberapa dekade," Lozhkin menutup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







