Prancis dan Jerman Tolak Ancaman Trump Soal Aturan Teknologi Uni Eropa

AKURAT.CO Prancis dan Jerman menegaskan sikapnya untuk mempertahankan regulasi teknologi Uni Eropa meski mendapat ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kedua negara menilai bahwa aturan digital adalah hak penuh Uni Eropa sebagai bentuk kedaulatan ekonomi.
Trump sebelumnya mengancam akan mengenakan tarif tambahan kepada negara yang memberlakukan pajak digital. Menurutnya, regulasi tersebut dianggap merugikan dan mendiskriminasi perusahaan teknologi asal Amerika Serikat.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menolak ancaman tersebut dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz. Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai pajak dan regulasi adalah urusan internal Uni Eropa, bukan pihak asing.
"Jika tindakan seperti itu diambil, itu akan memenuhi syarat sebagai paksaan dan mendorong tanggapan dari orang Eropa," kata Macron, dikutip dari Reuters, Minggu (31/8/2025).
Macron juga memperingatkan bahwa setiap tekanan dari Washington akan dibalas dengan tindakan tegas dari Eropa. Ia menekankan bahwa instrumen anti-paksaan sudah disiapkan untuk menghadapi negara yang mencoba menekan kebijakan Uni Eropa.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menambahkan bahwa pengaturan pasar digital adalah bentuk kedaulatan Eropa. Menurutnya, aturan tersebut dibuat untuk kepentingan rakyat Eropa dan tidak boleh dipengaruhi oleh negara lain.
Merz juga menegaskan bahwa Uni Eropa tidak akan mengikuti pandangan luar yang menilai regulasi digital tidak diperlukan. Baginya, langkah ini penting untuk melindungi kepentingan ekonomi dan masyarakat Eropa di era teknologi.
Komisi Eropa turut menegaskan bahwa Digital Markets Act (DMA) dan Digital Services Act (DSA) berlaku untuk semua perusahaan yang beroperasi di Eropa. Aturan tersebut tidak dibuat untuk menargetkan raksasa teknologi Amerika, melainkan untuk menciptakan pasar digital yang adil dan aman.
Dengan sikap tegas Prancis dan Jerman, Uni Eropa menunjukkan bahwa mereka siap mempertahankan kedaulatan digitalnya. Ancaman Trump dinilai hanya akan memperkuat tekad Eropa dalam mengatur teknologi demi kepentingan warganya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






