AS Siap Berbagi Teknologi Kapal Selam Nuklir dengan Korea Selatan

AKURAT.CO Amerika Serikat berencana membagikan teknologi kapal selam bertenaga nuklir kepada Korea Selatan. Presiden Donald Trump menyampaikan hal tersebut melalui media sosial, Kamis (30/10/2025), setelah bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung.
Dalam pertemuan itu, Lee menegaskan keinginannya untuk memperbarui kerja sama pertahanan dengan AS. Ia juga berjanji meningkatkan anggaran militer negaranya guna mengurangi beban finansial yang selama ini ditanggung Washington.
Lee menjelaskan bahwa pembicaraan mereka mengenai kapal selam nuklir sempat disalahpahami. Menurutnya, pemerintah Korea Selatan bermaksud mengembangkan teknologi bahan bakar nuklir, bukan senjata nuklir.
Korea Selatan masih mengandalkan kapal selam diesel yang terbatas dalam mendeteksi kapal selam lain. Lee menilai, teknologi kapal selam nuklir akan meningkatkan pertahanan negaranya dan memperkuat posisi AS di Asia Timur.
Berbeda dengan kapal selam diesel yang harus muncul ke permukaan untuk mengisi ulang daya, kapal selam nuklir mampu beroperasi lebih lama di bawah laut. Ketahanan inilah yang membuatnya jauh lebih unggul untuk misi pengintaian dan pertahanan strategis.
Trump mengumumkan bahwa pembangunan kapal selam nuklir akan dilakukan di Galangan Kapal Philly. Fasilitas tersebut kini dimiliki oleh perusahaan asal Korea Selatan, Hanwha Group, sebagaimana dikutip dari Fortune, Minggu (2/11/2025).
Meski belum ada rincian biaya proyek tersebut, Korea Selatan telah menyiapkan investasi besar. Sekitar $150 miliar (sekitar Rp2.493 triliun) dialokasikan untuk memperkuat industri perkapalan Amerika.
Teknologi kapal selam nuklir AS dikenal sebagai salah satu teknologi militer paling sensitif dan dijaga ketat. Bahkan, dalam aliansi AUKUS yang melibatkan Inggris dan Australia, Washington tidak secara langsung membagikan teknologi intinya.
Pengumuman Trump muncul menjelang pertemuannya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Momen ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan dinamika keamanan di kawasan.
Korea Utara sebelumnya memamerkan kapal selam nuklir dan mengklaim berhasil menguji rudal jelajah baru. Namun hingga kini, Pentagon belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana berbagi teknologi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








