Trump Lawan Pajak Digital Global demi Lindungi Dominasi Raksasa Teknologi

AKURAT.CO Kebijakan perdagangan era Presiden Donald Trump memicu perdebatan global. Pendekatan agresifnya dengan tarif besar kini diuji di Mahkamah Agung Amerika Serikat untuk memastikan keabsahannya.
Salah satu kebijakan utama Trump adalah melindungi kepentingan raksasa teknologi Amerika seperti Google, Meta dan Amazon di luar negeri. Pemerintah pun menolak penerapan pajak layanan digital yang diberlakukan beberapa negara pada pendapatan perusahaan teknologi asing.
Pajak ini dikenakan pada keuntungan dari iklan online, penjualan data dan aktivitas ekonomi digital lainnya. Negara-negara yang menerapkan DST melihatnya sebagai cara adil untuk menarik pajak dari ekonomi digital yang berkembang pesat.
Namun, perusahaan teknologi AS menilai pajak ini tidak adil. Mereka menganggap kebijakan tersebut memberatkan bisnis mereka di pasar global, sebagaimana dikutip dari Politico, Jumat (7/11/2025).
Trump bahkan sempat mengancam memberlakukan tarif balasan pada negara yang menerapkan DST setelah isu ini dibahas bersama CEO Meta, Mark Zuckerberg, di Gedung Putih. Tekanan diplomatik AS pun membuat beberapa negara, termasuk Kanada dan Malaysia, membatalkan rencana pajak digital.
Banyak pihak menilai langkah ini menunjukkan cara AS memanfaatkan kekuatan perdagangan untuk menjaga kepentingan ekonominya. Para ekonom menganggapnya sebagai kelanjutan dari pola lama penggunaan kebijakan perdagangan sebagai alat negosiasi politik dan ekonomi.
Menurut Gary Hufbauer, mantan pejabat Departemen Keuangan AS, sengketa pajak digital menunjukkan ekonomi global kini sangat terintegrasi dengan teknologi digital. Ia menilai layanan digital seharusnya tidak diperlakukan berbeda dari barang fisik dalam perpajakan internasional.
Perluasan isu perdagangan kini tidak hanya mencakup tarif barang, tetapi juga aturan pajak domestik hingga kebijakan media sosial. Ekonom Sean Bray dari Tax Foundation menjelaskan bahwa strategi AS ini lebih sering digunakan dan kini lebih transparan, karena proses negosiasi berlangsung terbuka di ruang publik.
Keterlibatan sektor teknologi dalam diplomasi ekonomi semakin penting di tengah rivalitas AS dan Tiongkok. DST yang menargetkan perusahaan Amerika bisa melemahkan daya saing mereka dibanding pesaing Asia.
Upaya Washington melindungi Big Tech bertujuan menjaga keseimbangan kekuatan ekonomi global. Strategi ini juga memastikan perusahaan Amerika tetap kompetitif di pasar internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









