Google Sebut Operasi Siber Berafiliasi dengan China Sasar Diplomat Asia Tenggara

AKURAT.CO Google telah mengungkap bahwa diplomat dari beberapa negara di Asia Tenggara menjadi sasaran kampanye spionase siber awal tahun ini yang diduga sangat berafiliasi dengan kepentingan strategis pemerintah China. Serangan ini dilakukan oleh kelompok peretas “UNC6384” yang dikenal memiliki koneksi dengan negara tersebut, menurut Google Threat Intelligence Group.
Mengutip CNN, kelompok peretas tersebut menggunakan taktik rekayasa sosial dan menyebarkan malware yang terlihat seperti pembaruan perangkat lunak biasa. Lebih dari dua lusin korban para diplomat mengunduh malware ini tanpa sadar.
Menurut Patrick Whitsell, insinyur keamanan senior di Google, berdasarkan bukti teknis yang dikumpulkan mereka sangat yakin bahwa aktor di balik serangan ini “selaras dengan China”. Para korban termasuk pejabat pemerintah maupun kontraktor eksternal.
Baca Juga: 16 Miliar Data Bocor, Kaspersky Ingatkan Ancaman Malware Infostealer yang Semakin Luas
Tak disebutkan secara spesifik kewarganegaraan para diplomat yang menjadi korban. Namun Whitsell meyakini siapa pun yang terkena dapat memasang malware tersebut di perangkat yang mereka gunakan untuk bekerja.
Menurut laporan Google yang merangkum temuan sejak Maret 2025, peretasan ini menambah ketegangan antara Amerika Serikat dan China di ranah keamanan siber. Microsoft sebelumnya juga memperingatkan bahwa peretas berafiliasi dengan negara tersebut mengeksploitasi celah keamanan dalam perangkat lunaknya untuk membobol lembaga global.
Tak ada komentar langsung dari Kementerian Luar Negeri China mengenai laporan ini. Namun, Google mencatat bahwa para peretas memperoleh akses ke jaringan Wi-Fi korban sebelum menyusup dengan malware yang menyamar sebagai plugin buatan Adobe yang disebut “SOGU.SEC” yang kemudian dijalankan di memori perangkat sehingga sulit terdeteksi
Whitsell menambahkan bahwa meski dia tidak tahu seberapa banyak data yang dicuri, diplomat biasanya menyimpan dokumen yang sangat sensitif di laptop mereka, dan begitu peretas berhasil masuk, mereka bisa mengambil dokumen tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







