Perempuan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Dunia di Era Digital

AKURAT.CO Peningkatan peran perempuan di sektor digital dinilai dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi global. Pandangan ini disampaikan Dirjen Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Mira Tayyiba.
Mira menjelaskan, pemberdayaan perempuan bukan hanya soal keadilan sosial, tetapi juga kekuatan ekonomi. Ia menilai, peran lebih besar perempuan di dunia digital bisa mendorong PDB global naik 20 persen dan menambah 5 triliun dolar AS bagi ekonomi dunia.
"Jadi memperjuangkan kesetaraan bukan hanya soal keadilan, tapi juga soal kemajuan bersama," ujar Mira dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (9/10/2025).
Meski jumlah perempuan di dunia kerja meningkat, kesenjangan masih tampak di level kepemimpinan. Dari data yang disampaikan, perempuan mencakup 42 persen tenaga kerja dan 50 persen posisi awal, namun hanya 25 persen yang mencapai jabatan puncak.
Menurutnya, akses pendidikan dan keterampilan digital menjadi kunci untuk menutup kesenjangan tersebut. Ia menilai, penguasaan STEM perlu diimbangi dengan empati dan kemanusiaan agar teknologi benar-benar bermanfaat bagi kehidupan.
Komdigi, kata Mira, tengah menjalankan program pelatihan seperti Digital Talent Scholarship dan MSMEs Level Up untuk perempuan di berbagai daerah. Program ini diharapkan melahirkan lebih banyak perempuan yang tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu menjadi inovator teknologi.
Sementara itu, Perwakilan UNRC Indonesia, Gita Sabharwal, menekankan bahwa kesetaraan digital merupakan kebutuhan pembangunan, bukan sekadar pilihan moral. Ia menilai negara yang memberi akses setara bagi perempuan di bidang teknologi akan lebih kompetitif secara ekonomi.
"Kesetaraan digital bukan pilihan moral, tetapi kebutuhan pembangunan," kata Gita.
Dukungan serupa datang dari Perwakilan ITU, Keishor Yarabala, yang menekankan pentingnya kerja sama global agar perempuan mendapat akses belajar teknologi sejak dini. Ia menambahkan, kemampuan seperti coding, analisis data dan AI harus tersedia bagi semua anak perempuan tanpa terkecuali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








