Ecolab Perkenalkan Teknologi Pendinginan Cair Canggih untuk Data Center di Asia Tenggara

AKURAT.CO Ecolab meluncurkan teknologi 3D TRASAR untuk Direct-to-Chip Liquid Cooling di Asia Tenggara. Inovasi yang diperkenalkan di Data Center World Asia 2025 Singapura ini menjadi langkah baru dalam sistem pendinginan pusat data berperforma tinggi.
Teknologi ini mampu memantau kondisi sistem pendingin secara real time, mencakup suhu, kadar pH dan laju aliran untuk menjaga kinerja server. Ecolab menyebut ini sebagai bagian dari strategi menghadirkan solusi pendinginan efisien dan berkelanjutan di tengah kebutuhan komputasi berbasis AI.
"AI membuka peluang pertumbuhan baru bila kita dapat menciptakan sistem yang dapat menggunakan kembali air dan energi secara berkelanjutan," ujar Gregory Lukasik selaku CEO & Senior Vice President of Ecolab Southeast Asia, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (14/10/2025).
Ecolab menyatakan bahwa program manajemen air dan pendinginan mampu mengoptimalkan Water Use Efficiency (WUE) dan Power Usage Effectiveness (PUE). Hal ini bertujuan membantu operator pusat data meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung target keberlanjutan.
Kawasan Asia Pasifik kini menjadi pusat pertumbuhan data center tercepat di dunia dengan kontribusi lebih dari 40 persen terhadap kapasitas global baru. Perkembangan pesat ini menunjukkan meningkatnya peran kawasan tersebut dalam mendukung ekosistem digital global.
Di Singapura, pusat data menyumbang sekitar 7 persen dari konsumsi listrik nasional, dengan hampir 40 persen energi digunakan untuk sistem pendinginan. Dengan permintaan yang diperkirakan naik dua kali lipat pada 2030, efisiensi energi menjadi kunci utama bagi keberlanjutan industri ini.
Ecolab telah beroperasi di Singapura sejak 1970-an dan kini memiliki dua fasilitas utama di negara tersebut. Dari sana, perusahaan mendukung berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, energi, mikroelektronika dan kini data center, dengan fokus pada pengelolaan air dan efisiensi proses produksi.
Selain menghadirkan teknologi baru, Ecolab bermitra dengan Institute of Technical Education (ITE) Singapura untuk melatih calon insinyur pusat data dan profesional manajemen air. Upaya ini bertujuan memperkuat kesiapan talenta lokal dalam menghadapi transformasi digital dan tuntutan keberlanjutan industri.
"Kami menyambut mitra yang menghadirkan solusi efisien dan berbasis AI untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan di kawasan Asia dan seterusnya," kata Kelly Lai selaku VP for Materials & Chemicals di Economic Development Board Singapore.
Peluncuran teknologi 3D TRASAR menjadi cara strategis Ecolab dalam memperkuat komitmen terhadap ekonomi digital berkelanjutan. Inisiatif ini mendukung Singapore Green Plan 2030 dan visi Smart Nation, sekaligus menjawab tantangan efisiensi energi di era percepatan AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








