Perusahaan di Asia Tenggara Belum Punya Strategi AI, AICO Dorong Peningkatan Kapasitas SDM di Indonesia

AKURAT.CO Laporan International Business Machines Corporation (IBM) 2025 menyebut 83 persen perusahaan di Asia Tenggara belum memiliki strategi kecerdasan buatan (AI) yang jelas. Di Indonesia, hanya 15 persen yang menganggap AI sebagai bagian penting dari strategi bisnis.
Sebagian besar perusahaan di Tanah Air masih menilai AI sebagai alat pendukung, bukan pendorong utama transformasi digital. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang potensi AI masih perlu diperkuat.
Tantangan terbesar dalam adopsi AI datang dari keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini hanya 31 persen tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang AI.
Selain itu, banyak perusahaan masih kesulitan meyakinkan pemangku kepentingan mengenai manfaat nyata teknologi ini. Kekhawatiran terhadap keamanan siber dan tingginya biaya implementasi juga menjadi hambatan utama.
Meski demikian, ada sinyal positif dari dunia usaha. Sebanyak 97 persen perusahaan di Indonesia berencana mulai menerapkan AI dalam waktu dekat.
Namun, banyak perusahaan masih belum tahu cara menerapkan AI secara efektif agar berdampak nyata pada bisnis. Untuk itu, AICO, komunitas AI di Indonesia, meluncurkan program AICO AI Training guna membantu perusahaan meningkatkan pemahaman dan kemampuan di bidang AI.
AICO didirikan oleh Tommy Teja dan Reynaldi Francois dengan fokus pada pembelajaran yang praktis dan berbasis hasil nyata. Pendekatan ini membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari.
"Harapannya, kami bisa membantu pemerataan keterampilan dan pengetahuan tentang AI serta berbagai AI tools, mengingat teknologi ini akan mengubah cara kita semua bekerja," ujar Tommy Teja selaku Founder AICO, dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (9/11/2025).
Komunitas ini telah bekerja sama dengan berbagai institusi besar seperti Samsung, Microsoft, Google, Alibaba Cloud, Tech in Asia, VIDA, BUMN dan Prakerja. Kolaborasi tersebut menghadirkan pelatihan AI yang relevan dengan kebutuhan industri di Indonesia.
Program AICO mencakup tiga kategori utama, yaitu AI for Productivity, AI for Creativity dan AI for Technical. Ketiganya bertujuan membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, mendorong kreativitas, dan membangun solusi teknis berbasis kecerdasan buatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








