Peneliti Temukan Lonjakan Email Penipuan Mengatasnamakan Maskapai Penerbangan Ternama

AKURAT.CO Peneliti dari Kaspersky menemukan lonjakan email penipuan yang menyamar sebagai maskapai dan bandara seperti Schiphol, Lufthansa, Emirates, Qatar Airways dan Etihad. Modusnya menipu perusahaan dengan berpura-pura melakukan komunikasi bisnis resmi untuk mencuri dana.
Sejak awal September, Kaspersky mencatat ribuan email semacam ini terdeteksi dan diblokir di berbagai negara. Volume serangan dilaporkan meningkat signifikan dibanding bulan sebelumnya, menunjukkan skema penipuan ini semakin meluas dan terorganisir.
Penyerang umumnya mengirim email seolah berasal dari departemen pengadaan maskapai ternama yang mengumumkan proyek baru dan mencari pemasok. Setelah korban merespons, mereka mengirim dokumen palsu seperti formulir pendaftaran dan perjanjian kerahasiaan agar tampak resmi.
Selanjutnya, korban diminta membayar 'Deposit Wajib yang Dapat Dikembalikan' bernilai ribuan dolar AS dengan alasan untuk mengamankan slot kemitraan. Namun, setelah pembayaran dilakukan, para penipu langsung menghilang tanpa jejak.
"Dengan menyamar sebagai maskapai penerbangan ternama di dunia, mereka mengeksploitasi kepercayaan merek dan aspirasi bisnis target mereka," ujar Anna Lazaricheva selaku Analis Spam Senior di Kaspersky, dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (15/10/2025).
Untuk mencegah perusahaan menjadi korban, Kaspersky menyarankan cara-cara berikut:
1. Verifikasi pengirim
Selalu periksa nama domain dan detail kontak. Jika ragu, hubungi langsung pihak perusahaan melalui jalur resmi.
2. Hindari pembayaran di muka
Perusahaan yang sah tidak pernah meminta deposit atau biaya pendaftaran untuk menjadi pemasok.
3. Teliti dokumen
Perhatikan ketidaksesuaian dalam logo, bahasa, atau format yang dapat menjadi tanda pemalsuan.
4. Edukasi karyawan
Berikan pelatihan rutin kepada tim pengadaan dan keuangan agar lebih waspada terhadap modus penipuan baru.
5. Gunakan solusi keamanan canggih
Terapkan sistem keamanan email yang mampu mendeteksi pola mencurigakan dan memblokir pesan palsu sebelum mencapai kotak masuk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






