Standar eSIM Baru SGP.32 Buka Peluang Besar untuk Pasar IoT

AKURAT.CO Standar eSIM SGP.32 mulai menarik perhatian karena dinilai dapat mempercepat perkembangan Internet of Things (IoT) global.
Teknologi ini membuat perangkat IoT lebih mudah berpindah operator, sehingga membuka peluang baru bagi penyedia solusi.
Salah satu perusahaan yang melihat peluang dari standar baru ini adalah Aeris, penyedia platform konektivitas asal San Jose. Perusahaan menilai SGP.32 berpotensi menjadi momentum besar bagi industri.
Aeris juga menyebut teknologi ini dapat memindahkan kendali dari operator ke perusahaan pengguna. Perubahan tersebut dianggap mirip dengan dampak besar yang dulu dipicu oleh hadirnya iPhone.
"Apa yang akan dilakukan ini adalah menggeser keseimbangan kekuatan dari operator dan lebih ke arah perusahaan," ujar Jon Connet selaku kepala produk Aeris, dikutip dari CRN, Kamis (4/12/2025).
Dengan SGP.32, platform seperti Aeris dapat membantu pelanggan berpindah operator tanpa hambatan. Standar baru ini membuat proses pergantian jauh lebih mudah dan fleksibel.
Aeris membayangkan ekosistem baru yang membuat pelanggan dapat memilih layanan IoT dan menghubungkannya dengan operator mana pun. Aeris juga memberikan layanan tambahan seperti Aeris IoT Watchtower untuk analisis dan pemantauan jaringan.
Thales Group juga menjadi pemain besar yang menyiapkan solusi berbasis SGP.32. Mereka bekerja sama dengan AT&T untuk mengintegrasikan eSIM baru ke dalam sistem manajemen profil IoT.
Solusi Thales membuat produsen dapat mengirim perangkat ke negara mana pun dengan satu eSIM. Profil konektivitas lokal kemudian dapat diaktifkan secara jarak jauh.
SGP.32 memudahkan pelaku industri karena tak lagi perlu menyiapkan perangkat khusus untuk wilayah atau operator tertentu. Standar ini juga diyakini menyederhanakan operasional dan menekan biaya.
Menurut analis IDC, Carlos Gonzalez, SGP.32 akan mempercepat adopsi IoT, terutama di wilayah dengan konektivitas terbatas seperti area pertanian. Kemudahan mengelola perangkat jarak jauh menjadi pendorong utama pertumbuhan IoT di sektor tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







