Uni Eropa Kecam Konten Deepfake Anak dari Grok AI di Platform X

AKURAT.CO Uni Eropa mengecam keras penyebaran konten deepfake bernuansa seksual yang dihasilkan oleh Grok AI di platform X. Konten tersebut dinilai sangat berbahaya, terutama karena menampilkan visual yang menyerupai anak-anak.
Kecaman ini muncul setelah lonjakan keluhan publik terhadap fitur baru 'edit gambar' Grok. Fitur tersebut disalahgunakan sebagian pengguna untuk menghapus pakaian orang secara digital.
Komisi Eropa menyebut konten tersebut sebagai ilegal dan tidak dapat ditoleransi. Otoritas UE menegaskan bahwa perlindungan anak adalah prioritas utama dalam regulasi digital.
Juru bicara urusan digital Uni Eropa, Thomas Regnier, menyebut mode 'pedas' Grok telah menghasilkan konten seksual eksplisit. Ia menekankan bahwa output dengan visual mirip anak di bawah umur bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi kejahatan hukum.
Baca Juga: Platform X Batasi Fitur Grok AI Usai Heboh Konten Seksual
Regnier mengatakan Komisi Eropa menangani isu ini dengan sangat serius. Menurutnya, konten semacam itu tidak memiliki tempat di wilayah Uni Eropa, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Rabu (28/1/2026).
Di sisi lain, jaksa penuntut umum di Paris memperluas penyelidikan terhadap X. Penyelidikan tersebut mencakup dugaan penggunaan Grok untuk memproduksi dan menyebarkan pornografi anak.
Grok mengakui adanya kegagalan dalam sistem perlindungan kontennya. Perusahaan menyatakan telah melakukan perbaikan cepat dan menegaskan larangan keras terhadap materi pelecehan seksual anak.
Namun, pakar keamanan AI menilai risiko ini sudah diperingatkan sejak lama. Mereka menyebut teknologi pembuatan gambar Grok rentan disalahgunakan jika tidak diawasi ketat.
Kasus ini menambah tekanan regulasi terhadap X di Uni Eropa. Platform tersebut masih berada dalam penyelidikan Undang-Undang Layanan Digital, di tengah riwayat kontroversi terkait moderasi konten dan transparansi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






