Sederet Perusahaan AI China Ngebut Luncurkan Model Baru, OpenAI dan Google Ketar-ketir

AKURAT.CO Perusahaan teknologi China makin gencar meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru untuk menyaingi OpenAI, Anthropic dan Google. Persaingan global AI pun semakin ketat dengan inovasi yang berkembang cepat.
Fenomena ini sudah terlihat sejak kemunculan DeepSeek, chatbot AI asal China yang mengejutkan dunia karena biaya jauh lebih murah dari ChatGPT. Kehadirannya juga memicu perdebatan soal efektivitas pembatasan teknologi Amerika Serikat terhadap China.
Terbaru, startup Moonshot AI meluncurkan Kimi K2.5 yang diklaim unggul dalam pembuatan video dan agen AI dibandingkan model Amerika. Agentic AI adalah teknologi yang mampu menjalankan tugas secara mandiri dengan sedikit interaksi pengguna.
Peluncuran Kimi K2.5 dilakukan hanya beberapa bulan setelah Moonshot memperkenalkan model K2, menunjukkan cepatnya siklus inovasi AI di China. Tren ini menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan China tidak ingin tertinggal dalam perlombaan teknologi global.
Di saat hampir bersamaan, Alibaba merilis model AI generatif Qwen3-Max-Thinking yang mampu membuat teks, gambar dan video dari perintah pengguna. Alibaba mengklaim model ini unggul dalam berbagai uji tolok ukur dan dapat memilih alat AI terbaik secara otomatis.
Model terbaru Alibaba juga dirancang untuk memanfaatkan riwayat percakapan guna menghasilkan respons yang lebih relevan dengan biaya tambahan yang relatif rendah. Strategi ini menunjukkan fokus perusahaan pada efisiensi sekaligus peningkatan kualitas layanan AI.
Selain Alibaba dan Moonshot, Z.ai merilis versi gratis model GLM 4.7 yang langsung menarik perhatian besar hingga membebani kapasitas komputasi. Baidu pun mencatat kenaikan saham setelah meluncurkan model Ernie 5.0 yang diklaim mampu menyaingi teknologi AI Google.
"Model AI China mungkin hanya 'bulan' di belakang yang dikembangkan di Amerika Serikat," ujar Demis Hassabis selaku CEO Google DeepMind, dikutip dari CNBC, Jumat (29/1/2026).
Perusahaan China tidak hanya berinovasi, tetapi juga memperluas adopsi AI lewat model yang lebih terbuka dan terjangkau bagi negara berkembang. Strategi ini dilakukan untuk memperluas ekosistem aplikasi berbasis teknologi AI China.
Integrasi AI dengan e-commerce, gim dan aplikasi pesan menjadi strategi utama untuk menarik pengguna. Analis menilai perusahaan China lebih fokus merebut trafik pengguna daripada sekadar menciptakan model AI paling canggih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








