YouTube Rilis Fitur AI Playlist untuk Pengguna Premium, Begini Cara Menggunakannya

AKURAT.CO YouTube menghadirkan generator daftar putar berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk pelanggan Premium di Android dan iOS. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat playlist hanya dengan mengetik atau mengucapkan deskripsi suasana hati, genre, atau aktivitas tertentu.
Melalui pembaruan ini, ide seperti musik pesta santai, lagu galau, hingga hits era 90-an bisa langsung diubah menjadi daftar putar otomatis. Sistem AI akan menyesuaikan rekomendasi berdasarkan preferensi dan riwayat pemutaran pengguna.
Fitur ini dirancang untuk mempermudah pengguna menemukan lagu sesuai kebutuhan tanpa harus menyusun playlist secara manual. Berikut cara menggunakan fitur AI Playlist di aplikasi YouTube Music:
1. Buka aplikasi YouTube Music di perangkat Android atau iOS dan pastikan akun sudah berlangganan Premium.
2. Masuk ke tab Perpustakaan (Library) di bagian bawah layar.
3. Ketuk tombol 'Baru' (New) yang biasanya digunakan untuk membuat playlist baru.
4. Pilih opsi 'Daftar putar AI' (AI Playlist) dari menu yang tersedia.
5. Masukkan perintah dalam bentuk teks atau gunakan fitur suara, misalnya "lagu pop indie untuk kerja malam" atau "progressive house untuk pesta santai."
6. Tunggu beberapa saat hingga sistem menyusun rekomendasi lagu secara otomatis.
7. Tinjau daftar lagu yang dihasilkan, lalu simpan playlist jika sudah sesuai atau ubah prompt untuk hasil berbeda.
Sebelumnya, YouTube sempat menguji pembuatan stasiun radio berbasis AI di Amerika Serikat pada 2024. Kini, fitur tersebut dikembangkan menjadi alat resmi untuk menciptakan playlist personal secara instan.
Beberapa platform lain seperti Spotify, Amazon Music dan Deezer juga telah lebih dulu menghadirkan fitur serupa. Persaingan inovasi AI di layanan streaming musik pun semakin ketat demi menarik pelanggan berbayar.
Induk usaha YouTube, Google, menyebut bisnis langganan terus tumbuh signifikan. Saat ini, total pelanggan berbayar Google One dan YouTube Premium telah mencapai sekitar 325 juta akun secara global, sebagaimana dikutip dari laman resminya, Sabtu (14/2/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








