Akurat
Pemprov Sumsel

Waspada Scam di DM, Begini Cara Aman Transaksi Lewat Instagram

Redaksi Akurat | 3 Maret 2026, 21:08 WIB
Waspada Scam di DM, Begini Cara Aman Transaksi Lewat Instagram
Waspada Scam di DM, Begini Cara Aman Transaksi Lewat Instagram

AKURAT.CO Belanja lewat media sosial kini menjadi kebiasaan baru. Banyak pelaku usaha kecil hingga brand besar memanfaatkan fitur pesan langsung atau direct message (DM) untuk melayani pembeli secara personal.

Namun di balik kemudahan itu, penipuan jual beli lewat DM juga semakin marak.

Tak sedikit korban yang mengaku awalnya percaya karena komunikasi terlihat meyakinkan.

Harga terasa masuk akal, admin responsif, bahkan testimoni tampak ramai. Sampai akhirnya uang ditransfer dan barang tak pernah dikirim.

Fenomena ini banyak terjadi di platform seperti Instagram, yang memungkinkan transaksi berlangsung tanpa sistem perlindungan pembeli seperti di marketplace resmi.

Lalu bagaimana cara menghindari penipuan jual beli lewat DM? Apa saja ciri-ciri penipuan Instagram yang wajib dikenali? Berikut laporan lengkapnya.

Baca Juga: Darurat Scam di Indonesia: 299 Ribu Kasus, Kerugian Rp7 Triliun

Mengapa Penipuan Jual Beli Lewat DM Semakin Marak

Transaksi lewat DM terasa cepat dan praktis. Tidak perlu checkout, tidak perlu sistem rumit. Namun justru di situlah celahnya.

Berbeda dengan marketplace yang memiliki sistem rekening bersama, transaksi lewat DM umumnya dilakukan melalui transfer langsung ke rekening pribadi. Artinya, tidak ada pihak ketiga yang menjamin keamanan dana.

Selain itu, pola konsumsi digital masyarakat yang cenderung impulsif juga dimanfaatkan pelaku kejahatan. Diskon besar, promo terbatas, atau barang langka sering dijadikan umpan agar korban segera mentransfer uang tanpa berpikir panjang.

Ciri-Ciri Penipuan Instagram yang Sering Terjadi

Tidak semua akun yang berjualan lewat DM adalah penipu. Namun ada sejumlah pola yang berulang dalam banyak kasus.

Harga Terlalu Murah dan Penuh Tekanan

Harga jauh di bawah pasaran menjadi tanda paling klasik. Biasanya disertai kalimat mendesak seperti “stok tinggal satu”, “promo berakhir hari ini”, atau “transfer sekarang agar tidak kehabisan”.

Akun Minim Riwayat dan Interaksi

Perhatikan detail profil:

  1. Akun baru dibuat dalam hitungan minggu

  2. Unggahan sedikit dan tidak konsisten

  3. Jumlah pengikut tidak sebanding dengan interaksi

  4. Kolom komentar ditutup

Testimoni Sulit Diverifikasi

Banyak penipu mengunggah tangkapan layar percakapan sebagai bukti transaksi sukses.

Menghindari Sistem Marketplace

Penjual menolak menggunakan platform resmi dengan alasan potongan biaya atau proses lebih lama.

Mereka cenderung meminta transfer langsung ke rekening pribadi atau dompet digital tertentu. Transaksi di luar sistem resmi berarti tidak ada perlindungan pembeli.

Pengiriman Tautan Mencurigakan

Modus lain yang kerap terjadi adalah pengiriman tautan yang diklaim sebagai resi, bukti pembayaran, atau form konfirmasi. Tautan tersebut bisa mengarah ke halaman palsu yang mencuri data login atau kode OTP.

Baca Juga: China Eksekusi Empat Bos Geng Myanmar Utara, Terbukti Bersalah Pembunuhan hingga Scam Online

Langkah-Langkah Menghindari Penipuan Jual Beli Lewat DM

Kewaspadaan adalah kunci. Berikut langkah konkret yang bisa dilakukan sebelum memutuskan transfer.

Verifikasi Akun Secara Menyeluruh

Periksa konsistensi konten, kualitas foto produk, interaksi dengan pengikut, serta apakah akun tersebut pernah ditandai pelanggan lain.

Akun bisnis yang asli biasanya memiliki jejak digital yang stabil dan tidak berubah-ubah.

Bandingkan Harga dengan Toko Lain

Lakukan pencarian cepat untuk mengetahui harga pasaran. Selisih wajar masih masuk akal, tetapi diskon ekstrem patut dicurigai.

Gunakan Sistem Pembayaran yang Aman

Jika memungkinkan, minta transaksi dilakukan melalui marketplace resmi yang memiliki fitur perlindungan pembeli. Hindari transfer langsung apabila belum benar-benar yakin dengan kredibilitas penjual.

Jangan Pernah Memberikan Data Rahasia

Kode OTP, detail kartu, PIN, atau informasi identitas lengkap tidak pernah dibutuhkan dalam transaksi normal. Permintaan data semacam itu hampir pasti mengarah pada upaya penipuan.

Aktifkan Keamanan Akun

Gunakan verifikasi dua langkah pada akun Instagram dan email. Jika suatu saat akun diretas, lapisan keamanan tambahan bisa mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.

Risiko bagi Penjual: Modus Bukti Transfer Palsu

Penipuan tidak hanya menyasar pembeli. Penjual juga sering menjadi korban. Modus yang umum terjadi adalah pembeli mengirim tangkapan layar bukti transfer palsu dan mendesak agar barang segera dikirim. Karena terburu-buru, penjual tidak memeriksa mutasi rekening secara langsung.

Solusinya sederhana namun krusial: selalu cek saldo atau notifikasi resmi dari bank sebelum memproses pengiriman.

Maraknya penipuan jual beli lewat DM menunjukkan bahwa literasi digital masih menjadi tantangan.

Kemampuan memverifikasi informasi, mengenali pola manipulasi, dan memahami sistem keamanan platform adalah perlindungan utama di ruang digital.

Media sosial memang memudahkan transaksi, tetapi kepercayaan tidak boleh menggantikan kewaspadaan.

Mutiara MY (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R