Akurat
Pemprov Sumsel

Studi: Penggunaan Banyak Alat AI di Tempat Kerja Bisa Picu 'Brain Fry' dan Kelelahan Mental

Winna Wandayani | 13 Maret 2026, 06:11 WIB
Studi: Penggunaan Banyak Alat AI di Tempat Kerja Bisa Picu 'Brain Fry' dan Kelelahan Mental
Ilustrasi 'Brain Fry' (Freepik)

AKURAT.CO Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di tempat kerja sering dianggap mampu meningkatkan produktivitas dan mempercepat pekerjaan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan penggunaan AI yang intens justru bisa memicu kelelahan mental pada sebagian pekerja.

Sebuah studi yang dimuat di Harvard Business Review mengungkap fenomena yang disebut 'AI brain fry'. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika otak terasa sangat lelah, karena harus terus berinteraksi dan mengawasi berbagai sistem AI.

Penelitian yang melibatkan sekitar 1.500 pekerja ini menemukan bahwa karyawan yang sering berpindah antara berbagai alat AI, lebih rentan mengalami decision fatigue atau kelelahan dalam mengambil keputusan. Kondisi tersebut juga membuat mereka lebih sering melakukan kesalahan saat bekerja.

Baca Juga: Qualcomm Akuisisi Arduino, Perkenalkan Papan Komputasi Baru Berbasis AI

Sekitar satu dari tujuh responden mengaku pernah mengalami kelelahan mental, karena harus mengelola beberapa sistem AI sekaligus. Kondisi ini menunjukkan penggunaan AI yang berlebihan dapat menambah beban kognitif pekerja.

Julie Bedard, Managing Director dan Partner di Boston Consulting Group sekaligus penulis studi tersebut, menilai temuan ini sebagai sinyal awal bahwa ekspektasi produktivitas dari AI perlu dievaluasi. Menurutnya, cara perusahaan memanfaatkan AI di tempat kerja mungkin perlu ditinjau ulang.

"AI mungkin berkembang sangat cepat, tetapi otak manusia yang menggunakannya tetap sama seperti sebelumnya," kata Bedard.

Dia menambahkan bahwa AI memang sangat membantu dalam berbagai pekerjaan. Namun, proses memantau dan mengelola teknologi tersebut tetap membutuhkan usaha mental yang tidak sedikit.

"Dalam beberapa kasus, pengawasan intensif terhadap AI justru menciptakan kelelahan kognitif yang cukup signifikan," ujarnya.

Paradoks Produktivitas AI

Penelitian ini juga menemukan paradoks menarik terkait penggunaan AI. Teknologi tersebut bisa sekaligus mengurangi maupun menambah kelelahan kerja, sebagaimana dikutip dari laman resminya, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: YouTube Perluas Deteksi Deepfake AI untuk Politisi dan Jurnalis

Ketika AI digunakan untuk mengerjakan tugas berulang atau administratif, tingkat stres pekerja justru menurun. Namun ketika pekerja harus mengelola banyak sistem AI atau terus memantau prosesnya, tekanan mental meningkat tajam.

Bedard menjelaskan bahwa AI pada dasarnya memperluas kemampuan manusia dalam bekerja. Namun peningkatan kemampuan tersebut juga membuat ruang lingkup tanggung jawab pekerjaan semakin besar.

"AI memungkinkan kita memperluas kemampuan dan beban kerja kita. Tetapi ekspansi itu bisa dengan cepat terasa berlebihan," jelasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.