Perbedaan Scam dan Fraud: Memahami Ancaman Digital yang Sering Tidak Terlihat

AKURAT.CO Setiap hari, kita membuka mobile banking, klik link, atau download file tanpa berpikir panjang. Semuanya terasa normal—sampai suatu hari saldo rekening hilang atau akun diambil alih.
Masalahnya bukan hanya karena teknologi makin canggih, tetapi karena ancaman digital sering tidak terlihat.
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas, mengibaratkan ancaman ini seperti gunung es.
“Yang tampak di permukaan hanyalah sebagian kecil saja. Sebagian besar ancaman justru berada di bawah permukaan dan tidak terlihat," ujar Slamet dalam acara diskusi Selalu Waspada: Forum Kolaboratif Penanganan Fraud dan Scam Digital yang diselenggarakan ADIGSI di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.
Di sinilah pentingnya memahami perbedaan scam dan fraud, karena keduanya sering dianggap sama, padahal mekanismenya berbeda—dan cara menghindarinya pun tidak sama.
Jawaban Cepat: Apa Perbedaan Scam dan Fraud?
Scam adalah penipuan yang membuat korban secara sukarela memberikan data, uang, atau akses.
Fraud adalah tindakan kecurangan atau pencurian yang dilakukan pelaku untuk mendapatkan keuntungan secara tidak sah, sering kali tanpa disadari korban.
Perbedaan Utama:
Scam
Berbasis manipulasi psikologis
Korban “tertipu” dan memberikan akses sendiri
Contoh: phishing, APK palsu, love scam
Fraud
Berbasis sistem atau penyalahgunaan akses
Bisa melibatkan orang dalam (insider)
Contoh: manipulasi transaksi, penyalahgunaan data
👉 Intinya:
Scam menyerang manusia, fraud menyerang sistem (dan manusia di dalamnya).
Apa Itu Scam dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Scam bekerja dengan satu senjata utama: kepercayaan.
Pelaku tidak meretas sistem secara langsung, tetapi meretas pikiran korban. Mereka menciptakan rasa panik, urgensi, atau harapan agar korban bertindak tanpa berpikir.
Modus scam yang paling sering terjadi:
Phishing melalui email atau SMS
Chat palsu mengatasnamakan keluarga atau bank
Aplikasi (APK) palsu
File PDF berisi malware
Love scam atau penipuan asmara
Penipuan lowongan kerja
👉 Insight penting:
Banyak korban sebenarnya tidak bodoh, tetapi berada dalam kondisi emosional tertentu—panik, terburu-buru, atau terlalu percaya.
Slamet menegaskan bahwa ancaman seperti ini sering dianggap sepele.
“Kerentanan sering dianggap sebagai hal biasa, hingga akhirnya menjadi pintu masuk serangan siber," ujar Slamet.
Artinya, satu klik kecil bisa menjadi awal bencana besar.
Apa Itu Fraud dan Kenapa Lebih Kompleks?
Jika scam bermain di level individu, fraud bermain di level sistem.
Fraud sering terjadi di dalam organisasi atau sistem keuangan, dan tidak selalu melibatkan korban yang sadar.
Contoh fraud:
Manipulasi laporan keuangan
Penyalahgunaan aset perusahaan
Penggelembungan biaya (markup)
Pemalsuan identitas
Penyalahgunaan akses internal
Yang membuat fraud lebih berbahaya adalah:
Bisa melibatkan orang dalam (insider threat)
Sulit dideteksi karena terlihat “normal”
Terjadi dalam jangka panjang
Dalam sistem perbankan, bahkan ada tiga titik rawan serangan:
Nasabah (user)
Sistem pendukung (payment gateway, dll)
Core banking system
👉 Insight baru:
Fraud bukan hanya soal kejahatan, tapi juga kegagalan sistem pengawasan.
Kenapa Scam dan Fraud Semakin Marak di Era Digital?
Jawabannya paradoks: semakin maju teknologi, semakin besar risikonya.
Pemerintah memang mendorong transformasi digital untuk meningkatkan ekonomi. Namun di sisi lain, hal ini membuka lebih banyak celah.
Slamet menjelaskan:
“Semakin tinggi tingkat digitalisasi, semakin besar pula ancaman sibernya.”
Data dari BSSN memperkuat hal ini:
Hampir 5,2 miliar anomali traffic (Jan–Nov 2025)
Sekitar 182 anomali per detik
93,78% berpotensi malware
👉 Interpretasi penting:
Ini bukan berarti semua adalah serangan, tetapi menunjukkan bahwa permukaan ancaman sangat besar dan terus aktif.
Kembali ke analogi gunung es:
yang kita lihat hanyalah sebagian kecil.
Apa Perbedaan Scam dan Fraud yang Paling Krusial?
Berikut perbandingan yang lebih tajam:
Aspek | Scam | Fraud |
|---|---|---|
Target | Individu | Sistem & organisasi |
Metode | Manipulasi psikologis | Penyalahgunaan akses |
Kesadaran korban | Biasanya tidak sadar | Bisa tidak sadar |
Pelaku | Eksternal | Eksternal + internal |
Contoh | Phishing, APK palsu | Manipulasi transaksi |
👉 Insight utama:
Scam terjadi karena kepercayaan berlebih, fraud terjadi karena kontrol yang lemah.
Simulasi Nyata: Bagaimana Orang Bisa Tertipu?
Bayangkan skenario ini:
Seseorang menerima file PDF “undangan pernikahan” dari nomor tidak dikenal.
Karena terlihat normal, ia membuka file tersebut.
Ternyata:
File berisi link ke APK
APK meminta akses ke SMS
OTP terbaca oleh sistem pelaku
Dalam hitungan menit, rekening dikuras
👉 Apa yang salah?
Tidak curiga pada file
Tidak mengecek sumber
Terbiasa klik tanpa berpikir
👉 Insight penting:
Serangan modern tidak memaksa, tetapi memancing.
Insight: Ancaman Terbesar Bukan Teknologi, Tapi Perilaku
Banyak orang berpikir keamanan siber adalah urusan teknologi. Padahal, faktanya justru sebaliknya.
Masalah utama ada pada:
kebiasaan menunda update
penggunaan password lemah
terlalu percaya pada pesan digital
👉 Paradoksnya:
Semakin sering kita menggunakan teknologi, semakin kita merasa aman—padahal justru semakin rentan.
Ancaman terbesar bukan yang canggih, tetapi yang terlihat biasa.
Implikasi: Kenapa Ini Penting untuk Semua Orang?
Ancaman scam dan fraud tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga:
Ekonomi digital → kepercayaan menurun
Perbankan → risiko sistemik
Masyarakat → kerugian finansial masif
Jika tidak ditangani:
kepercayaan publik terhadap sistem digital bisa runtuh
adopsi teknologi bisa melambat
Karena itu, BSSN mendorong kolaborasi antara:
pemerintah
industri perbankan
sektor teknologi
komunitas digital
Penutup: Apakah Kita Benar-Benar Aman?
Di era digital, ancaman tidak selalu terlihat. Bahkan, yang paling berbahaya justru yang terasa biasa.
Memahami perbedaan scam dan fraud bukan sekadar pengetahuan, tetapi langkah awal untuk bertahan.
Pertanyaannya sekarang:
Apakah kita sudah cukup waspada, atau justru terlalu percaya?
Pantau terus perkembangan keamanan digital, karena ancaman akan selalu berkembang—dan hanya mereka yang sadar yang bisa bertahan.
Baca Juga: Scam Digital Makin Canggih: Ini Cara AI Mengubah Penipuan di Asia Tenggara
Baca Juga: Jalin dan AFTECH Bentuk Fraud Detection Consortium untuk Perkuat Keamanan Keuangan Digital
FAQ
1. Apa perbedaan utama scam dan phishing?
Perbedaan utama antara scam dan phishing terletak pada cakupannya. Scam adalah istilah umum untuk berbagai bentuk penipuan digital yang bertujuan mengelabui korban agar memberikan uang atau data, sedangkan phishing adalah salah satu metode scam yang secara spesifik menggunakan email, pesan, atau situs palsu untuk mencuri informasi sensitif seperti password, OTP, atau data perbankan.
2. Kenapa banyak orang masih tertipu scam online?
Banyak orang tertipu scam online bukan karena kurang pintar, tetapi karena pelaku memanfaatkan psikologi manusia seperti panik, takut, atau tergiur keuntungan cepat. Dalam banyak kasus penipuan digital, korban tidak diberi waktu untuk berpikir, sehingga keputusan diambil secara impulsif, misalnya saat menerima pesan mendesak atau tawaran hadiah yang terlalu menggiurkan.
3. Apa contoh scam yang paling sering terjadi di Indonesia?
Contoh scam online yang paling sering terjadi di Indonesia meliputi phishing melalui SMS atau email, penipuan APK undangan digital, chat palsu yang mengatasnamakan keluarga, hingga penipuan lowongan kerja. Modus-modus ini terus berkembang mengikuti kebiasaan digital masyarakat, terutama pengguna mobile banking dan aplikasi pesan instan.
4. Apa saja contoh fraud dalam dunia perbankan?
Contoh fraud dalam dunia perbankan biasanya melibatkan penyalahgunaan sistem atau akses internal, seperti manipulasi transaksi, pemalsuan dokumen identitas, penggelapan dana, hingga penyalahgunaan wewenang oleh pegawai atau pihak ketiga. Fraud cenderung lebih kompleks dibanding scam karena sering terjadi di dalam sistem dan sulit terdeteksi sejak awal.
5. Bagaimana cara menghindari scam dan penipuan online?
Cara menghindari scam dan penipuan online yang paling efektif adalah dengan menjaga keamanan data pribadi, seperti tidak membagikan OTP, menggunakan password yang kuat, serta menghindari klik link atau download file mencurigakan. Selain itu, penting untuk selalu verifikasi informasi sebelum bertindak, terutama jika pesan mengandung unsur urgensi atau tekanan emosional.
6. Apakah fraud bisa dilakukan oleh orang dalam (insider)?
Ya, fraud bisa dilakukan oleh orang dalam atau insider seperti pegawai perusahaan atau vendor yang memiliki akses ke sistem. Jenis penipuan ini sering lebih berbahaya karena pelaku memahami celah sistem dan prosedur internal, sehingga dapat memanipulasi data atau transaksi tanpa langsung terdeteksi oleh sistem keamanan.
7. Mengapa keamanan data pribadi sangat penting di era digital?
Keamanan data pribadi sangat penting karena hampir semua aktivitas digital—mulai dari perbankan hingga media sosial—bergantung pada data tersebut. Jika data seperti nomor HP, email, atau akses akun bocor, pelaku scam atau fraud dapat menggunakannya untuk mengambil alih akun, melakukan transaksi ilegal, hingga merugikan korban secara finansial dan reputasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









