Akurat
Pemprov Sumsel

Microsoft Ubah Sistem Update Windows Setelah 15 Tahun, Pengguna Diminta Segera Update

Winna Wandayani | 18 April 2026, 15:37 WIB
Microsoft Ubah Sistem Update Windows Setelah 15 Tahun, Pengguna Diminta Segera Update
Microsoft (Microsoft.com)

AKURAT.CO Microsoft merilis pembaruan keamanan terbaru Windows dengan perbaikan besar, termasuk delapan celah kritis. Update ini juga menutup satu kerentanan zero-day yang sudah aktif dieksploitasi.

Perusahaan mengimbau seluruh pengguna PC segera melakukan pembaruan sistem. Cara ini penting untuk mencegah potensi serangan siber yang memanfaatkan celah keamanan.

Bagi pengguna Windows 11, proses update dapat dilakukan dengan mudah melalui Windows Update. Sistem akan mengunduh dan memasang pembaruan secara otomatis jika fitur tersebut aktif.

Sementara itu, pengguna Windows 10 perlu memastikan perangkat masih mendapatkan dukungan tambahan. Microsoft mengarahkan pengguna untuk berlangganan Extended Security Updates (ESU).

"Mulai April 2026, aplikasi Keamanan Windows menampilkan informasi tambahan tentang status pembaruan sertifikat Boot Aman di perangkat Anda," tulis Microsoft di laman resminya, dikutip Kamis (16/4/2026).

Informasi tersebut bisa diakses melalui menu Keamanan perangkat pada sistem. Fitur ini membantu pengguna memahami kondisi keamanan perangkat mereka secara langsung.

Perubahan ini berkaitan dengan rencana Microsoft menghentikan sertifikat Secure Boot lama. Sertifikat yang telah digunakan sekitar 15 tahun itu akan kedaluwarsa pada Juni 2026.

Sebagai gantinya, Microsoft mendistribusikan sertifikat Secure Boot versi 2023 melalui pembaruan sistem. Pengguna perlu memastikan sertifikat baru sudah terpasang agar perangkat tetap terlindungi.

Sistem kini juga menampilkan indikator warna untuk memudahkan pemantauan status keamanan. Ikon hijau, kuning, atau merah menunjukkan kondisi Secure Boot pada perangkat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.