Akurat Logo

CrowdStrike Sebut Hacker China Ancaman Terbesar Teknologi

Yusuf Tirtayasa | 22 Juni 2026, 22:43 WIB
CrowdStrike Sebut Hacker China Ancaman Terbesar Teknologi
Ilustrasi hacker China. (AI)

AKURAT.CO Perusahaan keamanan siber CrowdStrike menyatakan kelompok peretas yang terkait dengan China menjadi ancaman spionase terbesar terhadap perusahaan teknologi selama periode April 2025 hingga Maret 2026.

Dalam laporan yang dikutip Reuters, sektor teknologi menjadi target utama karena menyimpan informasi strategis, kekayaan intelektual, dan data bernilai ekonomi tinggi. Perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan, semikonduktor, perangkat lunak, dan layanan teknologi disebut memiliki risiko yang lebih tinggi dibanding sektor lainnya.

CrowdStrike menilai aktivitas tersebut sejalan dengan kepentingan strategis China dalam pengembangan teknologi dan penguatan posisi ekonomi global.

Laporan ini muncul ketika investasi global pada sektor AI terus meningkat dan persaingan teknologi antarnegara semakin ketat.

AI dan Semikonduktor Jadi Sasaran Utama

Reuters melaporkan bahwa perusahaan yang memiliki teknologi AI dan semikonduktor menjadi target bernilai tinggi karena dianggap memiliki informasi penting untuk pengembangan teknologi masa depan.

CrowdStrike menyebut aktivitas spionase siber tidak hanya bertujuan memperoleh data teknis, tetapi juga informasi ekonomi dan strategis yang dapat memberikan keuntungan kompetitif.

Adam Meyers dari CrowdStrike memperingatkan adanya perlombaan AI global yang semakin intens dan membuat perusahaan teknologi menghadapi risiko keamanan yang lebih besar.

Selain China, laporan tersebut juga menyoroti aktivitas dari Korea Utara, Rusia, Iran, dan kelompok kriminal siber yang beroperasi untuk keuntungan finansial.

Investasi Keamanan Digital Terus Meningkat

Meningkatnya ancaman terhadap perusahaan teknologi membuat organisasi global terus meningkatkan anggaran keamanan siber.

Pasar cybersecurity dunia telah bernilai ratusan miliar dolar AS. Dengan kurs sekitar Rp16.400 per dolar AS, nilainya setara ribuan triliun rupiah.

Perusahaan teknologi kini memperkuat sistem deteksi ancaman, pemantauan jaringan, dan perlindungan terhadap aset digital strategis untuk mengurangi risiko kebocoran data.

CrowdStrike menilai perlindungan terhadap kekayaan intelektual dan data teknologi akan menjadi salah satu prioritas utama industri dalam beberapa tahun mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.