CrowdStrike Sebut Hacker China Ancaman Terbesar Teknologi

AKURAT.CO Perusahaan keamanan siber CrowdStrike menyatakan kelompok peretas yang terkait dengan China menjadi ancaman spionase terbesar terhadap perusahaan teknologi selama periode April 2025 hingga Maret 2026.
Dalam laporan yang dikutip Reuters, sektor teknologi menjadi target utama karena menyimpan informasi strategis, kekayaan intelektual, dan data bernilai ekonomi tinggi. Perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan, semikonduktor, perangkat lunak, dan layanan teknologi disebut memiliki risiko yang lebih tinggi dibanding sektor lainnya.
CrowdStrike menilai aktivitas tersebut sejalan dengan kepentingan strategis China dalam pengembangan teknologi dan penguatan posisi ekonomi global.
Laporan ini muncul ketika investasi global pada sektor AI terus meningkat dan persaingan teknologi antarnegara semakin ketat.
AI dan Semikonduktor Jadi Sasaran Utama
Reuters melaporkan bahwa perusahaan yang memiliki teknologi AI dan semikonduktor menjadi target bernilai tinggi karena dianggap memiliki informasi penting untuk pengembangan teknologi masa depan.
CrowdStrike menyebut aktivitas spionase siber tidak hanya bertujuan memperoleh data teknis, tetapi juga informasi ekonomi dan strategis yang dapat memberikan keuntungan kompetitif.
Adam Meyers dari CrowdStrike memperingatkan adanya perlombaan AI global yang semakin intens dan membuat perusahaan teknologi menghadapi risiko keamanan yang lebih besar.
Selain China, laporan tersebut juga menyoroti aktivitas dari Korea Utara, Rusia, Iran, dan kelompok kriminal siber yang beroperasi untuk keuntungan finansial.
Investasi Keamanan Digital Terus Meningkat
Meningkatnya ancaman terhadap perusahaan teknologi membuat organisasi global terus meningkatkan anggaran keamanan siber.
Pasar cybersecurity dunia telah bernilai ratusan miliar dolar AS. Dengan kurs sekitar Rp16.400 per dolar AS, nilainya setara ribuan triliun rupiah.
Perusahaan teknologi kini memperkuat sistem deteksi ancaman, pemantauan jaringan, dan perlindungan terhadap aset digital strategis untuk mengurangi risiko kebocoran data.
CrowdStrike menilai perlindungan terhadap kekayaan intelektual dan data teknologi akan menjadi salah satu prioritas utama industri dalam beberapa tahun mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






