Akurat Logo

Intelijen: AI Berbahaya Bisa Muncul dalam Waktu Dekat

Yusuf Tirtayasa | 22 Juni 2026, 22:37 WIB
Intelijen: AI Berbahaya Bisa Muncul dalam Waktu Dekat
Aliansi intelijen Five Eyes memperingatkan model AI yang mengancam negara dan perusahaan bisa segera muncul. (AI)

AKURAT.CO Aliansi intelijen Five Eyes yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru mengeluarkan peringatan bersama mengenai perkembangan model AI generasi terbaru yang dinilai memiliki potensi mengganggu keamanan negara dan perusahaan dalam waktu yang tidak lama lagi.

Menurut laporan The Guardian, pernyataan bersama tersebut menyebut model AI frontier yang jauh lebih kuat dapat mengubah lanskap keamanan siber secara drastis. Teknologi tersebut diperkirakan mampu meningkatkan kecepatan, skala, dan kompleksitas ancaman digital dibanding yang ada saat ini.

Peringatan ini muncul ketika berbagai negara mulai memperdebatkan cara mengatur pengembangan AI canggih tanpa menghambat inovasi teknologi.

Perhatian utama para pejabat keamanan adalah kemampuan AI untuk membantu menemukan kelemahan sistem digital, mempercepat analisis target, dan mengotomatisasi berbagai proses yang sebelumnya membutuhkan tenaga manusia.

Model Frontier Dinilai Ubah Peta Keamanan Siber

Five Eyes menilai AI tidak hanya memperkuat kemampuan pertahanan siber, tetapi juga meningkatkan kemampuan pihak yang ingin melakukan serangan digital. Kondisi tersebut menciptakan tantangan baru bagi pemerintah dan perusahaan.

Peringatan ini muncul setelah pemerintah Amerika Serikat membatasi akses terhadap model AI tertentu karena alasan keamanan nasional. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengendalikan penyebaran teknologi yang dianggap memiliki kemampuan sangat tinggi.

Olivia Shen dari University of Sydney mengatakan bahwa model yang lebih kuat dari generasi saat ini kemungkinan sudah sedang dikembangkan di berbagai negara.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana persaingan AI kini semakin terkait dengan isu keamanan nasional dan geopolitik.

Pemerintah Mulai Percepat Persiapan Regulasi

Sejumlah negara kini mempercepat pembahasan aturan AI untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Menurut laporan The Guardian, para pejabat keamanan menilai tindakan pencegahan perlu dilakukan sebelum model yang lebih kuat tersedia secara luas.

Belanja global untuk AI dan keamanan digital telah mencapai puluhan miliar dolar AS atau setara ratusan triliun rupiah menggunakan kurs sekitar Rp16.400 per dolar AS.

Peringatan dari Five Eyes menjadi salah satu sinyal paling kuat sejauh ini bahwa AI kini tidak hanya dipandang sebagai teknologi ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi keamanan nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.