Jajal Whoosh, Jerry Sambuaga Dibuat Kagum Dengan Hasil Kerja Presiden Jokowi, Sebut Bisa Meningkatkan Ekonomi

AKURAT.CO Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Jerry Sambuaga, akhirnya menjajal ‘Whoosh’, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang menjadi tonggak sejarah dalam modernisasi transportasi massal di Indonesia.
Jerry yang merupakan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) ini naik Kereta Cepat Whoosh bersama rombongan AMPI dari Jakarta sekitar pukul 19.40 WIB.
Takjub alias kagum. Paling tidak itu kesan pertama yang dirasakan Jerry saat pertama kali mencoba kereta yang mampu melesat hingga kecepatan 350 km per jam ini.
Selain mewakili kemajuan teknologi dan konstruksi, ia meyakini Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini turut mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Hari ini saya dan rombongan menjajal kereta Whoosh. Saya yakin kereta ini akan bermanfaat bagi perekonomian,” kata Jerry, Kamis (9/11/2023).
Baca Juga: Syarat Dan Cara Pesan Tiket Kereta Cepat Whoosh Diskon 50 Persen, Segini Tarifnya
Dia menganggap, kereta cepat ini sangat cocok dan memenuhi kebutuhan anak muda saat ini yang ingin serba cepat. Diketahui, penumpang dari Jakarta menuju Bandung hanya membutuhkan waktu 45 menit jika menaiki Whoosh.
Di sisi lain, Jerry mengapresiasi capaian ini. Ia menyebut, layanan kereta api berkecepatan tinggi pertama di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut tak lepas dari kerja nyata Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Ini adalah kerja dari Pak Jokowi yang sangat luar biasa. Saya yakin, kereta cepat ini banyak manfaatnya buat perekonomian. Tentunya juga bakal bermanfaat untuk sektor perdagangan kita,” tegasnya.
Sebagai informasi, operasional Kereta Cepat Whoosh pertama kali diremikan atau dibuka oleh Presiden Jokowi pada Senin (2/10/2023).
Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki sejumlah keunggulan yang signifikan. Pertama, efisiensi adalah salah satu fokus utama proyek ini.
Baca Juga: Semakin Praktis, PSSI Siapkan Tiket Bundling Piala Dunia U-17 Dan Kereta Whoosh
Kereta ini memungkinkan perjalanan yang lebih cepat dan lebih efisien antara dua kota metropolitan terbesar di Indonesia. Ini akan membantu mengurangi kemacetan lalu lintas dan mengurangi beban lingkungan.
Selain itu, kereta ini juga terintegrasi dengan moda transportasi lainnya dan mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD).
Artinya, penumpang dapat dengan mudah beralih dari kereta ke sarana transportasi lain seperti bus atau angkutan massal lainnya, yang akan semakin mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan polusi udara.
Presiden Jokowi juga menggarisbawahi pentingnya memberikan kesempatan kepada generasi muda Indonesia untuk belajar dan berkembang.
Proyek-proyek infrastruktur besar seperti ini memberikan peluang berharga bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Baca Juga: Luhut Soal Proyek Kereta Cepat Whoosh: Ada Banyak Masalah Dan Kendala
Menurutnya, pengalaman dalam membangun infrastruktur, seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, bendungan, dan transportasi, telah memberikan bekal bagi Indonesia untuk mencapai hasil yang lebih baik di masa depan.
“Tidak perlu takut jika kita konsisten dan permasalahan pun semakin sedikit. Biaya kesalahan bakal terus menurun. Sehingga pada akhirnya, biaya proyek, biaya produksi, lama kelamaan akan semakin rendah,” kata Jokowi.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









