Akurat
Pemprov Sumsel

Awasi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Menteri Luhut Bentuk Tim Khusus

Silvia Nur Fajri | 22 April 2024, 16:09 WIB
Awasi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Menteri Luhut Bentuk Tim Khusus

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengumumkan telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi.

Dalam pertemuan tersebut, disebutkan pemerintah segera akan membentuk tim khusus untuk mengawasi proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya. 

"Untuk kereta cepat Jakarta–Surabaya, kami sepakat segera tim dibentuk," ucapnya dikutip Senin (22/4/2024).

Kemudian, Luhut juga memberikan gambaran tentang tren penumpang kereta, dengan rata-rata mencapai 15.000 per hari, yang meningkat hingga mencapai 21.422 penumpang selama masa arus mudik Lebaran, sebuah angka yang naik sebesar 34%. 

Menurutnya, ini adalah bukti konkret bahwa proyek kereta cepat Jakarta–Bandung harus diperluas hingga mencakup Surabaya.

Baca Juga: Wamen BUMN Sebut China Kembali Jadi Investor Di Kereta Cepat Jakarta Surabaya

Tidak hanya fokus pada infrastruktur kereta, Luhut juga menyoroti rencananya untuk mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung. 

Dia bercita-cita agar pelabuhan ini mampu langsung mengirimkan kontainer keluar negeri, dengan tujuan menunjukkan kemandirian Indonesia dalam perdagangan internasional. Dalam konteks ini, dia menekankan bahwa Indonesia tidak perlu lagi menjadi feeder dari Singapura.

Pernyataan Luhut muncul setelah hasil pertemuan penting antara Indonesia dan China, yaitu Pertemuan Ke-4 High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) RI–RRT di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang diadakan pada Jumat, 19 April. 

Selain membahas proyek kereta cepat, Luhut juga menyinggung kerja sama di bidang agrikultur dan kemaritiman antara kedua negara. Ini menunjukkan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.