Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi Dorong Ekonomi dan Wisata Lokal

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat proses revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai langkah strategis memperkuat infrastruktur perdagangan rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pasar rakyat memiliki peran sentral sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
“Kementerian PU memiliki komitmen untuk memastikan pasar rakyat berfungsi maksimal sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Dody di Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Baca Juga: Dukung Program MBG, Kementerian PU Gandeng BGN Bangun SPPG di 9 Provinsi
Menurutnya, revitalisasi pasar dirancang dengan konsep bersih, tertata, dan modern agar mampu memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli. Pembangunan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap visi Astacita yang dituangkan dalam Strategi PU 608, dengan tujuan memperkuat perekonomian daerah dan menghadirkan pasar rakyat yang layak, aman, serta representatif.
Berada di Jalan Satsuit Tubun, pusat Kota Banyuwangi, pasar ini memiliki posisi strategis sebagai pusat distribusi bahan pokok dan hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan. Keberadaan Pasar Induk Banyuwangi menjadi simpul penting penghubung perdagangan lokal dengan jaringan distribusi antarwilayah.
Pasar yang dibangun di atas lahan seluas 10.600 meter persegi ini memiliki dua bangunan utama. Pasar sisi utara setinggi dua lantai terdiri dari 209 kios/los, sedangkan sisi selatan memiliki 568 kios/los.
Total kapasitas mencapai 777 unit, dengan rincian 194 kios dan 583 los, serta luas keseluruhan bangunan 15.872 meter persegi.
Didesain sebagai Bangunan Gedung Hijau (BGH), Pasar Induk Banyuwangi mengutamakan efisiensi energi, sirkulasi udara alami, dan akses ramah difabel. Lantai pertama akan difungsikan sebagai zona basah untuk pedagang ikan, daging, dan sayur, sementara lantai kedua menjadi zona kering berisi kios pakaian, kelontong, serta area kuliner UMKM lokal.
Baca Juga: Kementerian PU Pastikan Kesiapan Jalan Untuk Mudik Lebaran 2025
Fasilitas pendukung meliputi area parkir seluas 4.733 meter persegi yang mampu menampung 336 kendaraan, jalur pejalan kaki ramah difabel, tangga darurat, serta tata lanskap yang rapi. Pembangunan pasar juga dilengkapi sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) modern.
Proyek ini dibiayai APBN 2024–2025 senilai Rp152 miliar, mencakup pekerjaan struktur, arsitektur, lanskap, dan sistem pendukung. Konstruksi yang dilaksanakan oleh PT Lince Romauli Raya dimulai pada Oktober 2024 dan ditargetkan rampung pada akhir 2025.
Selain sebagai pusat perdagangan, revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi diharapkan menjadi destinasi wisata belanja yang memadukan fungsi ekonomi, nilai sejarah (heritage), dan daya tarik pariwisata. Lokasinya yang berada di kawasan Alun-Alun Blambangan akan menjadi ruang publik baru yang aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









