Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi Delta Brantas Sidoarjo
Hefriday | 8 Oktober 2025, 13:09 WIB

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Delta Brantas, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi distribusi air dan mendorong produktivitas pertanian di kawasan penyangga pangan utama tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo mengatakan, kegiatan rehabilitasi irigasi Delta Brantas merupakan bagian dari upaya nasional memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan sistem pertanian di daerah.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, Kementerian PU terus melaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi di seluruh wilayah. Untuk yang menjadi kewenangan pusat, kita tangani melalui investasi nasional agar infrastruktur pertanian tetap terjaga dan produktivitas petani meningkat,” ujar Dody di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Baca Juga: Atasi Kekeringan, Kementerian PU Bangun Jaringan Irigasi Air Tanah di Wilayah Karst Gunung Kidul
Menurut Dody, proyek rehabilitasi ini dijalankan secara rutin dan merata di seluruh Indonesia. Khusus untuk wilayah Sidoarjo, fokus diarahkan pada perbaikan struktur fisik saluran dan penguatan sistem distribusi air yang mengalami penurunan kinerja akibat kebocoran, sedimentasi, dan kerusakan bangunan.
Delta Brantas sendiri merupakan salah satu kawasan irigasi terbesar di Jawa Timur, dengan jaringan saluran primer sepanjang 82,38 kilometer dan saluran sekunder sepanjang 269,55 kilometer.
Sistem ini melayani lahan pertanian seluas 17.942 hektare di Kecamatan Krian, Prambon, Tarik, Balongbendo, dan Krembung, melalui empat saluran sekunder utama, yaitu Kemlaten, Krembung, Bokong, dan Lengkong.
Pekerjaan rehabilitasi fisik dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas sejak 1 Agustus 2025.
Di Saluran Sekunder (SS) Bokong, kegiatan mencakup perbaikan sepanjang 11,597 km, pembangunan 41 pintu air, 29 bangunan ukur, serta pemasangan 31 alat ukur (peilschaal) dan 31 papan eksploitasi, disertai tambahan 25 unit nomenklatur baru.
Sementara di SS Kemlaten, rehabilitasi dilakukan sepanjang 5,642 km yang meliputi pembangunan 5 pintu air, 6 alat ukur, dan sejumlah bangunan pelengkap lainnya.
Adapun di SS Lengkong, kegiatan mencakup perbaikan saluran sepanjang 6,228 km, sedangkan SS Krembung direhabilitasi sepanjang 6,427 km dengan pembangunan 16 pintu air dan fasilitas penunjang tambahan.
Dody menjelaskan, pekerjaan saat ini telah memasuki tahap pengeringan dan pengecoran lantai saluran, yang bertujuan memastikan tidak terjadi kehilangan air akibat kebocoran.
Dirinya menambahkan, rehabilitasi ini sangat penting karena sebagian besar saluran terakhir diperbaiki hampir satu dekade lalu.
"Sebelum direhabilitasi, kondisi saluran ini sudah banyak kebocoran karena terakhir diperbaiki tahun 2016. Dengan rehabilitasi ini, kita pastikan saluran bisa kembali berfungsi maksimal agar lahan tetap berproduksi,” ujarnya.
Kementerian PU menargetkan proyek rehabilitasi DI Delta Brantas dapat mengoptimalkan distribusi air ke lahan seluas 567,7 hektare, dengan penyelesaian pekerjaan pada Desember 2025.
Setelah proyek rampung, efisiensi penggunaan air diharapkan meningkat signifikan, kehilangan air berkurang, dan indeks pertanaman petani naik.
Rehabilitasi ini juga menjadi bagian dari agenda nasional memperkuat ketahanan pangan berbasis infrastruktur air, di mana Delta Brantas berperan penting sebagai lumbung pertanian untuk wilayah Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan).
"Dengan rampungnya pekerjaan fisik rehabilitasi Delta Brantas, kami harapkan efisiensi distribusi air meningkat, kehilangan air berkurang, serta mendukung peningkatan produktivitas hasil pertanian masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya,” kata Dody.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










