Ara Bakal Transformasi Kawasan Menteng Jadi Kampung Kuliner
Hefriday | 2 Januari 2026, 13:41 WIB

AKURAT.CO Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan rencana transformasi kawasan Menteng, Jakarta, menjadi kawasan tematik pada 2026.
Salah satu konsep yang tengah dikaji adalah pengembangan kampung kuliner yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi warga setempat.
Menteri PKP, Maruarar Sirait menegaskan bahwa, seluruh rencana tersebut tidak akan dijalankan secara sepihak. Pemerintah pusat akan menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan mengawali setiap kebijakan dengan dialog bersama masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
“Sebelum program berjalan, kami akan berdialog dengan warga. Apakah mereka setuju atau tidak. Setiap kebijakan publik harus melibatkan masyarakat agar program berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).
Ara menilai, partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan penataan kawasan perkotaan. Menurut dia, transformasi kawasan bukan semata soal perubahan fisik, melainkan juga tentang menjaga keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat yang telah lama tinggal di wilayah tersebut.
Dirinya berharap, pengembangan kawasan tematik seperti kampung kuliner dapat membuka peluang usaha baru bagi warga Menteng.
Dengan demikian, penataan kawasan tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.
Sejalan dengan rencana tersebut, Kementerian PKP saat ini terus mendorong penataan kawasan kumuh secara bertahap dan berkelanjutan.
Salah satu upaya konkret dilakukan di Kelurahan Menteng melalui pendekatan gotong royong tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Ara mengungkapkan, saat ini sudah terdapat dua unit rumah warga yang sedang direnovasi melalui kolaborasi dan semangat gotong royong berbagai pihak. Progres renovasi kedua rumah tersebut telah mencapai sekitar 70%.
“Kami menargetkan renovasi dua rumah ini bisa selesai pada pertengahan Januari 2026. Ini contoh nyata bahwa dengan kolaborasi, perbaikan hunian bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.
Kementerian PKP berencana memperluas program tersebut dengan merenovasi sekitar 50 rumah sekaligus melakukan penataan kawasan kumuh di wilayah Menteng. Seluruh program ini tetap direncanakan tanpa menggunakan APBN.
Penataan kawasan akan dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak, termasuk melibatkan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).
Organisasi profesi tersebut akan berkontribusi dalam penyusunan desain rumah dan kawasan secara profesional tanpa memungut biaya.
“Kami ingin penataan kawasan ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga lingkungan. IAI akan membantu mendesain rumah dan kawasan secara profesional tanpa biaya, sehingga hasilnya lebih tertata dan layak huni,” ujar Ara.
Pemerintah berharap pendekatan dialog, kolaborasi, dan gotong royong ini dapat menjadi model penataan kawasan perkotaan yang berkelanjutan.
Dengan keterlibatan aktif warga, transformasi Menteng sebagai kawasan tematik diharapkan mampu berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta menjaga karakter kawasan yang telah terbentuk selama puluhan tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








