Galian Pipa Air di Bekasi Jadi Sorotan, Begini Kata Perusahaan

AKURAT.CO Pelaksanaan proyek galian pipa air bersih di Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan masyarakat.
Menanggapi hal itu, PT Rafa Karya Indonesia selaku pelaksana proyek menegaskan seluruh pekerjaan telah mengacu pada standar teknis dan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku.
Site Manager PT Rafa Karya Indonesia, Mino, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan yang sempat menjadi perhatian publik merupakan bagian dari proses konstruksi yang bersifat sementara. Ia memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan sesuai prosedur.
Baca Juga: Jalur Pipa Gas PLTU Tanjung Batu Lewati 10 Desa, Ini Langkah Antisipasi PLN
“Setiap tahapan pekerjaan kami jalankan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Kondisi yang terlihat pada saat tertentu merupakan bagian dari proses pekerjaan yang masih berlangsung,” ujar Mino dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Perusahaan juga menyebutkan bahwa perangkat K3 pada prinsipnya telah disiapkan dan diterapkan. Namun, dalam pelaksanaan di lapangan yang dinamis, terdapat kemungkinan kondisi tertentu yang tidak sepenuhnya tergambarkan dalam satu waktu pengamatan.
Proyek pemasangan jaringan pipa PDAM merupakan bagian dari program peningkatan layanan air bersih di wilayah perkotaan. Mengacu pada data Kementerian PUPR, tingkat akses air minum layak nasional mencapai sekitar 91% pada 2024, namun akses perpipaan masih berada di kisaran 20–22%.
Artinya, proyek infrastruktur seperti ini menjadi krusial untuk meningkatkan cakupan layanan air perpipaan di Indonesia.
Di kawasan industri seperti Cikarang, kebutuhan air bersih terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri. Kabupaten Bekasi sendiri tercatat sebagai salah satu pusat kawasan industri terbesar di Indonesia dengan ratusan kawasan manufaktur aktif.
Respons Perusahaan dan Perbaikan Lapangan
PT Rafa Karya Indonesia menyatakan telah merespons berbagai masukan masyarakat secara cepat. Perusahaan juga mengklaim telah melakukan penyesuaian di lapangan untuk memastikan area kerja lebih tertata dan aman.
“Langkah-langkah penyesuaian di lapangan telah dilakukan guna memastikan area pekerjaan tetap tertata dengan baik serta aman bagi lingkungan sekitar,” lanjut Mino.
Baca Juga: Pertagas Inisiasi Pusaka Artha, Terapkan Teknologi Migas untuk Bersihkan Infrastruktur Pipa Air Desa
Saat ini, kondisi di lokasi proyek disebut telah berjalan lebih kondusif dibanding sebelumnya, seiring upaya perbaikan yang dilakukan oleh tim pelaksana.
Sorotan terhadap proyek galian pipa umumnya berkaitan dengan potensi gangguan aktivitas warga, mulai dari akses jalan, keselamatan pengguna jalan, hingga dampak terhadap pelaku usaha lokal. Dalam sejumlah kasus proyek serupa, minimnya pengamanan area kerja kerap menjadi perhatian publik.
Namun di sisi lain, proyek ini memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Akses air bersih yang lebih luas dapat menurunkan ketergantungan pada air tanah serta meningkatkan standar kesehatan lingkungan.
Perusahaan menegaskan proyek ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan layanan air bersih yang manfaatnya akan dirasakan luas oleh masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antara pelaksana proyek, pemerintah, dan warga setempat.
PT Rafa Karya Indonesia juga membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, guna memastikan setiap dinamika di lapangan dapat diselesaikan secara proporsional.
“Kami terus berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan, keselamatan, serta hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Setiap masukan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kami ke depan,” tutup Mino.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






