Danantara Jadi Akselerator Proyek di Daerah, Misbakhun: Transformasi Ekonomi Berbasis Daerah Sedang Berlangsung

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengungkapkan, pemerintah tengah mengubah strategi belanja negara dengan memperbesar proyek pembangunan terpusat melalui skema nasional, meski transfer ke daerah mengalami penyesuaian.
Menurut Misbakhun, total APBN 2026 mencapai Rp3.842 triliun, naik dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp3.623 triliun. Namun di saat bersamaan, sejumlah kepala daerah mulai mempertanyakan berkurangnya transfer ke daerah.
“Anggaran pembangunan tidak berkurang. Strategi pemerintah yang sedang berubah,” kata Misbakhun dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: Asymmetric Pessimism, Misbakhun Sebut Perbandingan Danantara dengan BPPC Keliru
Misbakhun menjelaskan, pembangunan kini lebih banyak diarahkan melalui proyek strategis nasional dan investasi pemerintah pusat, termasuk proyek yang dikerjakan melalui skema Danantara dan pembangunan berbasis kawasan ekonomi daerah.
“Penerima manfaat pembangunan tetap rakyat yang sama, apakah itu dikerjakan pemerintah daerah atau pemerintah pusat,” ujarnya.
Misbakhun menyebut pemerintah telah meresmikan 13 proyek Danantara dalam dua fase, termasuk proyek terbaru di Cilacap yang ditujukan menjadi akselerator ekonomi daerah.
Menurutnya, transformasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pembangunan sektor riil, pertanian, dan pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Dalam APBN, transfer daerah selama ini terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH). Namun pemerintah mulai menggeser sebagian pola belanja agar proyek nasional bisa berjalan lebih terintegrasi.
Kebijakan ini muncul di tengah upaya pemerintah mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,8%-6,5% pada 2027.
Transfer ke daerah menjadi salah satu instrumen utama pembangunan pascareformasi melalui skema desentralisasi fiskal. Namun pemerintah kini dinilai mulai memperkuat kembali kontrol pusat terhadap proyek strategis bernilai besar.
Misbakhun mengatakan perubahan strategi itu membutuhkan pemahaman dari pemerintah daerah agar sinkronisasi pembangunan nasional tetap berjalan.
“Transformasi ekonomi berbasis kekuatan daerah sedang dijalankan,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










