Akurat Logo

Sekolah Rakyat Brebes Dikebut, Kementerian PU Kejar Target Akhir Juni

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 8 Juni 2026, 08:10 WIB
Sekolah Rakyat Brebes Dikebut, Kementerian PU Kejar Target Akhir Juni
Proyek Sekolah Rakyat Tahap II di Brebes terus dipercepat. Kementerian PU mencatat progres hampir 55 persen meski terkendala suplai baja.

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengebut pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Jateng 1 yang berlokasi di desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

Menteri PU, Dody Hanggodo menekankan pentingnya kedisiplinan, koordinasi yang baik, serta respons cepat terhadap berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan proyek.

“Setiap kebutuhan maupun hambatan yang dihadapi di lapangan harus segera dikomunikasikan agar dapat ditindaklanjuti secara efektif dan tidak menghambat progres pembangunan,” kata Dody dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

Baca Juga: Kementerian PU Kebut Pembangunan Tol Serpong–Bogor via Parung

Dody mengatakan, progres pembangunan sudah hampir 55%, seperti yang disampaikan, masih ada kendala yaitu masalah suplai material baja.

Penyelesaian pembangunan, kata Dody akan terus dikejar hingga akhir Juni 2026 dengan tetap mempertimbangkan faktor cuaca dan kondisi lapangan.

“Kami akan terus mendorong seluruh penyedia jasa dan pelaksana konstruksi untuk meningkatkan kinerja, mempercepat pekerjaan, serta menjaga mutu agar target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana,” ujarnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Brebes dilaksanakan dengan nilai kontrak sebesar Rp244,69 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana KSO WIKA–WEGE–APIK dengan dukungan manajemen konstruksi oleh ARSS Baru KSO PT Intimulya Multikencana.

Baca Juga: Pesan Presiden Prabowo untuk Siswa Sekolah Rakyat: Rajin Belajar dan Hormati Guru

Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan kawasan pendidikan terpadu dengan total luas bangunan mencapai 27.372 m² yang terdiri dari berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang, antara lain gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, masjid, ruang serbaguna, hingga sarana olahraga dan infrastruktur kawasan.

Pada tahap awal pelaksanaan, proyek ini menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan, antara lain kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi serta keterbatasan akses distribusi material menuju lokasi proyek.

Sebagai langkah percepatan, Kementerian PU bersama para pemangku kepentingan melakukan penyesuaian metode konstruksi dengan mengadopsi struktur baja pada sebagian bangunan.

Strategi ini dinilai mampu memangkas durasi pekerjaan secara signifikan dari sekitar 180 hari menjadi sekitar 48 hari untuk pekerjaan struktur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.