Akurat Logo

Wamen Fahri Hamzah: Penataan Permukiman Harus Berdampak ke Pendapatan Warga

Esha Tri Wahyuni | 16 Juni 2026, 21:29 WIB
Wamen Fahri Hamzah: Penataan Permukiman Harus Berdampak ke Pendapatan Warga
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah

AKURAT.CO Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, meresmikan hasil penataan Kawasan Kumuh Dorokarama II Segmen 1 di Desa Sorofeo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (15/6/2026). 

Pemerintah menegaskan program penataan kawasan kumuh kini tidak hanya berorientasi pada perbaikan lingkungan, tetapi juga diarahkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat.

Fahri mengatakan pembangunan permukiman yang layak harus mampu menciptakan ruang hidup yang sehat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga. 

Baca Juga: DJP Perketat Restitusi Pajak Lewat PMK 28/2026, Syaratnya Aktivitas Usaha Minimal 80 Persen bagi PKP Berisiko Rendah

Menurutnya, penataan kawasan seperti Dorokarama II merupakan contoh bagaimana investasi pemerintah di sektor perumahan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Penataan kawasan seperti Dorokarama II ini menjadi contoh bagaimana pembangunan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

"Kita ingin memastikan masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang layak huni, memiliki akses infrastruktur dasar yang memadai, serta mendukung tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat," kata Fahri dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Penataan Kawasan Kumuh Dorokarama II Segmen 1 mencakup pembangunan jalan lingkungan, sistem drainase, ruang terbuka publik, serta berbagai sarana pendukung yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas kawasan permukiman. 

Infrastruktur tersebut diharapkan memperbaiki konektivitas warga, mengurangi risiko genangan, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan produktif.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat pengurangan kawasan kumuh di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian PUPR dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus menjalankan program penanganan permukiman kumuh melalui peningkatan kualitas infrastruktur dasar, akses sanitasi, hingga penyediaan ruang publik yang lebih layak.

Program penataan kawasan kumuh di Indonesia sebelumnya banyak difokuskan pada peningkatan kualitas lingkungan dan akses layanan dasar.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan pemerintah mulai berkembang dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan keberlanjutan kawasan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Di Kabupaten Dompu, keberadaan infrastruktur lingkungan yang lebih baik diharapkan membuka peluang baru bagi aktivitas usaha mikro dan perdagangan warga. 

Akses jalan yang lebih memadai serta lingkungan yang lebih tertata dinilai dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendukung kegiatan ekonomi di tingkat lokal.

Pemerintah juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan.

Fahri meminta warga turut menjaga kebersihan, keamanan, dan kelestarian lingkungan agar manfaat program dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Dompu menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PKP atas dukungan dalam penataan kawasan tersebut.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan kawasan permukiman yang lebih layak huni.

Dengan diresmikannya Kawasan Kumuh Dorokarama II Segmen 1, pemerintah berharap kualitas hidup masyarakat Desa Sorofeo terus meningkat.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman, kawasan yang tertata juga diharapkan mampu menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih kuat di Kabupaten Dompu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.