Hadapi Ribuan Bencana, Indonesia Siap Perkuat Respons Peringatan Dini

AKURAT.CO Teknologi peringatan dini bencana semakin berkembang, tetapi keberadaannya tidak otomatis membuat masyarakat lebih aman. Tantangan berikutnya adalah memastikan informasi yang diterima warga segera berubah menjadi tindakan sebelum bencana terjadi.
Merespon hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menilai sistem peringatan dini hanya akan efektif apabila diikuti kesiapan masyarakat dan respons yang cepat.
Sebab, lanjutnya, Indonesia menghadapi risiko bencana yang berulang sehingga penguatan kesiapsiagaan tidak bisa hanya mengandalkan teknologi.
“Peringatan dini hanya akan bermakna jika diikuti dengan aksi dini. Jangan sampai teknologi canggih hanya berhenti di ruang kendali, informasi harus menjadi aksi yang menyelamatkan warga,” kata Pratikno dalam pembukaan EDRR Indonesia 2026 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: Pratikno Cek Langsung Kebakaran Bromo, Dua Titik Api Jadi Fokus Pemadaman
Mengutip hasil data BNPB menunjukkan kejadian bencana memang terus muncul dengan karakter yang beragam.
Pada Januari 2026, misalnya, BNPB mencatat 267 kejadian bencana. Angka tersebut turun 44,26% dibandingkan 479 kejadian pada Januari 2025. Meskipun begitu, BNPB mencatat dampak bencana tidak selalu bergerak searah dengan jumlah kejadiannya.
Kemudian, memasuki bulan April 2026, BNPB mencatat 177 kejadian bencana, turun 27,46% dibandingkan 244 kejadian pada April 2025. Korban meninggal dan hilang juga turun dari 30 orang menjadi 23 orang. Sementara korban luka turun dari 237 menjadi 50 orang.
Melihat hasil data tersebut, BNPB menilai jumlah kejadian bukan satu-satunya ukuran keberhasilan penanggulangan bencana, melainkan kapasitas pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi serta merespons kejadian menjadi faktor penting untuk menekan dampak.
Karena itu, EDRR Indonesia 2026 tidak hanya menampilkan peralatan penyelamatan dan teknologi mitigasi.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pameran tersebut juga menghadirkan forum dan pelatihan yang membahas peringatan dini, keselamatan kerja, pemadaman kebakaran, kedaruratan medis, hingga manajemen bencana.
Salah satunya Forum Aksi Merespons Peringatan Dini atau AMPD. Forum tersebut diarahkan untuk mempertemukan pembahasan mengenai sistem peringatan dengan kebutuhan respons di lapangan.
Pratikno mengatakan pendekatan tersebut penting karena teknologi harus ditempatkan sebagai bagian dari rantai kesiapsiagaan, bukan berdiri sendiri.
“Bangsa Indonesia hidup berdampingan dengan bencana. Oleh karena itu, saat ini tantangannya bukan semata memiliki teknologi peringatan dini, tetapi memastikan teknologi tersebut terhubung dengan prosedur evakuasi, kesiapan pemerintah daerah, petugas penyelamat, fasilitas kesehatan, hingga masyarakat yang menjadi penerima informasi," kata Pratikno kembali.
Dengan demikian, peringatan beberapa menit sebelum bencana tidak berhenti sebagai notifikasi di layar, melainkan menjadi waktu tambahan bagi warga untuk menyelamatkan diri.
Sebagai informasi, EDRR Indonesia 2026 berlangsung pada 12-14 Agustus 2026.
Penyelenggara menghadirkan lebih dari 80 perusahaan dari dalam dan luar negeri yang menawarkan teknologi dan solusi untuk pencegahan, mitigasi, penyelamatan, serta manajemen kedaruratan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







