Tak Cuma Bedah Rumah, Pemerintah Benahi Lingkungan Permukiman Kumuh

AKURAT.CO Penanganan kawasan permukiman kumuh mulai diarahkan tidak hanya pada perbaikan fisik rumah.
Pemerintah mendorong pendekatan yang lebih terpadu dengan menyasar kondisi lingkungan hingga penguatan ekonomi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengatakan, perbaikan rumah harus berjalan beriringan dengan penataan kawasan.
Menurutnya, kualitas hunian tidak bisa dipisahkan dari kondisi jalan, pengelolaan sampah, serta kemampuan ekonomi masyarakat di dalamnya.
Baca Juga: BTN Salurkan KPP Rp7,4 Triliun, Menteri PKP Apresiasi Peran Strategis Pembiayaan Ekosistem Perumahan
Hal tersebut disampaikan Maruarar saat menjadi panelis dalam Diskusi Panel Kebijakan Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu pada Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Dalam forum yang dibuka Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono tersebut, Maruarar memberikan contoh penanganan kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat.
Ara mengatakan pemerintah memperbaiki sekitar 150 rumah di kawasan tersebut. Namun, intervensi tidak berhenti pada bangunan rumah.
"Di Menteng Tenggulun ada sekitar 150 rumah yang kita perbaiki. Tetapi bukan hanya rumahnya yang kita perbaiki, lingkungannya, jalannya, hingga pengelolaan sampahnya kita perbaiki," kata Maruarar.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan permukiman kumuh tidak hanya berkaitan dengan kondisi bangunan.
Baca Juga: Target Bedah Rumah Naik 9 Kali Lipat, Kementerian PKP Benahi Organisasi
Lingkungan tempat warga tinggal juga menjadi bagian dari penanganan agar perbaikan hunian dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap kualitas hidup masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








