Akurat
Pemprov Sumsel

Riset: Investor RI Ubah Strategi Investasi Ke Instrumen Berkelanjutan dan Private Assets

M. Rahman | 5 Desember 2023, 19:00 WIB
Riset: Investor RI Ubah Strategi Investasi Ke Instrumen Berkelanjutan dan Private Assets

AKURAT.CO Mayoritas investor di Indonesia (61%) telah mengubah strategi investasi mereka di tengah tren inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi saat ini, berdasarkan Studi Investor Global (GIS) 2023 oleh Schroders.

Studi yang mensurvei secara online 23.000 orang lebih yang berinvestasi dari 33 negara dan wilayah di seluruh dunia, yang mencakup Eropa, Asia, dan Amerika termasuk Indonesia ini dilakukan antara 26 Mei dan 31 Juli 2023.

Investor yang dimaksud dalam studi adalah mereka yang akan menginvestasikan paling sedikit 10 ribu euro setara Rp167,6 juta dalam setahun mendatang dan membuat perubahan pada investasi mereka dalam 10 tahun terakhir. 

Baca Juga: Mantab! Investor Milenial Mendominasi dalam Investasi Berkelanjutan

Meski telah mengubah strategi investasinya, namun investor masih optimistis dengan tinggal pengembalian investasi dibanding setahun yang lalu.

"57 persen responden meyakini pengembalian investasi dalam 12 bulan mendatang akan lebih tinggi dibandingkan dengan 12 bulan terakhir," tulis studi tersebut dikutip Selasa (5/12/2023).

Dari sisi instrumen investasi, 3 instrumen favorit mereka adalah mata uang kripto, aset digital serta ETF atau dana investasi yang diperdagangkan di bursa saham.

Investasi Berkelanjutan

Studi juga menyoroti bahwa seiring dengan semakin pahamnya orang-orang tentang investasi berkelanjutan, mereka pun berpikir lebih mendalam tentang arti investasi itu. Salah satu aspeknya adalah kepemilikan aktif, dimana manajer investasi mempengaruhi direksi dan tim manajemen perusahaan agar praktik yang lebih berkelanjutan dipertimbangkan dengan baik demi manfaat penciptaan nilai jangka panjang.

"Mayoritas (57 persen) orang di Indonesia percaya (sangat setuju) bahwa berinteraksi dengan perusahaan tentang keberlanjutan akan menguntungkan investasi mereka dalam jangka panjang," tulis studi Schroders.

Selain itu, makin investor mempelajari investasi berkelanjutan maka mereka yakin bahwa kepemilikan aktif atau mendorong perusahaan dalam hal berkelanjutan efektif dalam menambah nilai.

"Ada 3 sektor utama yang membutuhkan keterlibatan menurut investor Indonesia yakni iklim seperti nol bersih, manajemen SDM seperti kesehatan dan keselamatan serta modal alam dan keanekaragaman hayati seperti deforestasi," lanjut studi tersebut.

Adapun 3 alasan utama investor memilih investasi berkelanjutan yakni sesuai prinsip-prinsip kemasyarakatan mereka (67%), dampak lingkungan yang lebih luas (51%) dan karena mungkin menawarkan pengembalian yang lebih tinggi (47%).

Investasi Private Assets

Studi juga menunjukkan bahwa investor pada umumnya memahami berbagai isu seputar investasi dalam private assets yang meliputi private equityreal estate, infrastruktur, dan utang piutang swasta atau pinjaman langsung kepada perusahaan.

Temuan ini penting, karena para regulator di seluruh dunia makin membolehkan investor awam untuk mengakses jenis-jenis investasi ini, yang dahulu diperuntukkan hanya bagi dana pensiun dan institusi besar serupa.

Adapun 3 instrumen private assets yang paling diinginkan investor Indonesia yakni private equity (33%), infrastruktur dan energi terbarukan (25%) serta real estate (25%).

Sementara alasan investor Indonesia berinvestasi di private assets yakni dapat meningkatkan keberlanjutan (77%), kinerja lebih tinggi (75%) dan diversifikasi investasi (54%).

"Namun kerumitan seputar private assets dan kurangnya pengalaman dengan jenis aset ini menjadi penghambat utama investasi ini. Rata-rata mereka hanya akan menempatkan 16,8 persen sampai 19,8 persen dana investasi mereka ke instrumen ini," tulis studi ini.

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa