Akurat
Pemprov Sumsel

Tingkat Kredit Macet 19 Pinjol Mulai Meresahkan, OJK Buka Suara

M. Rahman | 12 Januari 2024, 15:41 WIB
Tingkat Kredit Macet 19 Pinjol Mulai Meresahkan, OJK Buka Suara

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio kredit macet pinjaman online atau pinjol, dalam hal ini TWP90 mulai meresahkan. Pasalnya, per November 2023 lalu, masih ada 19 penyelenggara Peer to Peer lending yang tingkat TWP90 di atas 5% yang merupakan ambang batas yang ditetapkan regulator.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman mengatakan pihaknya terus memonitor kondisi yang meresahkan ini.

"Kami telah meminta kepada Penyelenggara untuk mengirimkan action plan terkait dengan rencana penurunan nilai TWP di atas 5 persen dan saat ini masih proses monitoring," ujar Agusman dikutip Jumat (12/1/2024).

Baca Juga: OJK Beberkan 5 Sebab Investasi dan Pinjol Ilegal Masih Marak Terjadi

TWP90 atau tingkat wanprestasi 90 hari merupakan penyelesaian kewajiban yang lalai dilakukan oleh debitur terkait dengan pembayaran yang dilakukan di atas 90 hari sejak adanya tanggal jatuh tempo sesuai dengan yang telah disepakati sebelumnya. Dengan kata lain TWP90 sama dengan kredit macet di industri perbankan.

Ditambahkan, perubahan jumlah TWP90 dalam fintech P2P lending selalu dinamis. Pada periode Pandemi Covid-19 misalnya angka TWP90 industri tercatat memiliki posisi tertinggi mencapai 8,88% pada Agustus 2020.

Beberapa faktor terkait dengan perubahan TWP90 diantaranya adalah kemampuan platform memfasilitasi penyaluran dana sehingga dapat mempengaruhi outstanding pendanaan dan besarnya pendanaan yang masuk dalam periode macet.

Agusman juga menilai faktor lain seperti Kualitas credit scoring kepada calon penerima pinjaman, Kualitas proses collection pinjaman yang sedang berjalan dan Banyaknya kerja sama dengan ekosistem seperti penyediaan fasilitas asuransi kredit dan lainnya menjadi faktor volatilitas TWP90 tersebut.

"Kami juga meminta penyelenggara P2P lending untuk dapat melakukan publikasi data kualitas pinjaman sehingga para konsumen dan calon konsumen dapat memonitor langsung data kualitas pinjaman suatu platform P2P lending," imbuhnya.

Diketahui, 19 pinjol yang dimaksud di antaranya Investree, TaniFund, dan iGrow. Investree tercatat memiliki TWP90 12,8%, sementara TaniFund juga diduga punya potensi kecurangan (fraud) dan iGrow tengah melakukan upaya hukum terhadap borrower sebagai bentuk penanganan pinjaman macet.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa