Akurat
Pemprov Sumsel

Go Private, Onix Capital (OCAP) Siapkan Rp6,5 M untuk Tebus Saham Publik

M. Rahman | 13 Januari 2024, 18:00 WIB
Go Private, Onix Capital (OCAP) Siapkan Rp6,5 M untuk Tebus Saham Publik

AKURAT.CO Emiten jasa konsultasi bisni dan manajemen, PT Onix Capital Tbk (OCAP) kian mantap untuk melakukan go private atau menjadi perusahaan tertutup.

Perseroan bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Januari 2024 mendatang demi meminta restu pemegang saham atas rencana go private tersebut. 

Sekretaris Perusahaan OCAP, Mauritius Ray mengatakan pihaknya membidik pembatalan pencatatan saham perseroan di BEI (delisting) pada 27 Mei 2024 mendatang. Adapun alasan perseroan go private dan mengajukan delisting adalah karena perseroan sudah tidak memiliki kegiatan usaha dan sejauh ini perseroan belum memiliki rencana usaha baru.

Baca Juga: BEI Kembali Peringatkan Emiten Ini, Jika Tak Ingin Delisting

Lebih lanjut, saham perseroan termasuk saham tidak aktif diperdagangkan di BEI karena saham Perseroan disuspensi sejak tahun 2020 dan telah mencapai batas waktu masa suspensi 36 (tiga puluh enam) bulan pada tanggal 1 September 2023. Perseroan belum dapat memulihkan keadaan dan oleh karena itu perseroan memutuskan melaksanakan Rencana Go Private.

"Sehubungan dengan rencana go private, pemegang saham akan memiliki kesempatan untuk menjual kepemilikan saham dengan harga di atas rata-rata," ujar Mauritius dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Sabtu (13/1/2024).

Rencananya, perseroan akan membeli kembali seluruh saham yang dimiliki oleh pemegang saham publik/masyarakat (kurang dari 5%) sejumlah 32,784 juta lembar saham setara 12% atas modal ditempatkan dan disetor penuh. Adapun harga pembelian kembali saham yaitu sebesar Rp200 per saham, dengan jumlah dana yang disiapkan untuk pembelian kembali adalah sebanyak-banyaknya Rp6,5 miliar.

"Biaya pembelian kembali saham akan berasal dari fasilitas pinjaman pemegang saham," imbuh Mauritius.

Per November 2023, saham perseroan dikempit mayoritas (45%) oleh UOB Kay Hian (Hong Kong) Ltd yang menggenggam 122,94 juta saham, sisanya dipegang oleh Djajusman Surjo Wijono sebanyak 95,62 juta setara 35%, masyarakat 12% dan Hardjanto A 7,9%. 

Diketahui, Onix Capital mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1998 dan melantai di BEI pada 10 November 2003. Saat ini, ruang lingkup kegiatan usaha utama OCAP adalah aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa