Salurkan Rp6 T Tahun Lalu, BRI Finance Bidik Pertumbuhan Pembiayaan 20 Persen di 2024

AKURAT.CO PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) membidik pertumbungan pembiayaan 20% di tahun 2024, dibanding posisi tahun 2023 sebesar Rp6 triliun yang juga tumbuh 8% secara tahunan.
Direktur Operasional BRI Finance, Willy Halim Sugiardi mengatakan untuk mencapai target tersebut, perusahaan akan terus mempertahankan fokus strategi pada segmen konsumer sebagai katalisator utama pencapaian target tersebut.
Kemudian fokus ke dua segmen yang dianggap potensial, yaitu pembiayaan mobil bekas dan fasilitas dana. Kedua segmen ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan (yield) perusahaan, serta mengokohkan posisi BRI Finance sebagai pelaku utama di industri pembiayaan. Lalu juga pembiayaan mobil listrik.
Baca Juga: BRI Finance Pertegas Bisnis Pembiayaan Berkelanjutan di 2024
"Tahun 2024 menandai babak baru bagi BRI Finance. Dalam menghadapi dinamika Pemilu, kami tetap optimis bahwa pertumbuhan bisnis kami akan berlanjut, didorong oleh strategi fokus pada pembiayaan konsumer, optimalisasi sumber daya, dan pemanfaatan peluang di segmen electric car dan high yield," ungkap Willy dikutip Rabu (17/1/2024).
Terkait pendanaan di tahun 2024, BRI Finance berencana untuk memperoleh sumber dana terbesar dari perbankan, serta akan mempertimbangkan pendanaan dari pasar modal dengan memantau kondisi pasar dan pergerakan suku bunga. Sinergi dengan perusahaan induk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, melalui Joint Financing, tetap menjadi salah satu strategi penting dalam pendanaan.
Searah, perusahaan juga membidik pertumbuhan aset di 2024 menjadi Rp10 triliun lebih.
Diketahui, total disbursement BRI Finance per 31 Desember 2023 lalau mencapai Rp6 triliun atau tumbuh lebih dari 8% secara year-on-year (YoY).
Pertumbuhan penyaluran pembiayaan BRI Finance didominasi oleh pembiayaan konsumer yang merupakan fokus pembiayaan tahun 2023, dengan capaian lebih dari 60% dari total penyaluran pembiayaan.
Pembiayaan untuk mobil baru tetap menduduki porsi terbesar dalam penyaluran BRI Finance sepanjang tahun 2023 dengan total Rp2,2 triliun atau sekitar 65% dari portofolio pembiayaan.
Selain itu BRI Finance berhasil membukukan aset tertinggi sepanjang 40 Tahun BRI Finance berdiri sebesar lebih dari Rp9 triliun atau tumbuh sebesar 23,5%.
BRI Finance turut menjaga Rasio Non-Performing Financing (NPF) di level yang baik di level 1,7%. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tetap terus menjaga kualitas aset pembiayaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










