Anggota DK OJK Soroti Pentingnya Panduan Pengelolaan Risiko Iklim bagi Perbankan

AKURAT.CO Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae menyoroti urgensi penyusunan Panduan Pengelolaan Risiko Iklim (CRMS) di Indonesia.
Dian menekankan bahwa langkah ini didorong oleh beberapa faktor krusial yang perlu segera ditindaklanjuti.
"Dari perspektif risiko, Indonesia berada pada posisi yang rentan terhadap perubahan iklim. Risiko fisik menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan risiko fisik terbesar di dunia, sementara risiko transisi menggarisbawahi peran Indonesia sebagai salah satu produsen emisi karbon tertinggi," ungkap Dian dalam acara bertajuk Indonesian Banking Road to Net Zero Emissions di St. regist, Jakarta, Senin (4/2/2024).
Baca Juga: OJK Luncurkan CRMS, Panduan Manajemen Risiko Iklim bagi Perbankan
Selain itu, Edian menyoroti komitmen global dalam pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050, yang diadopsi dalam Perjanjian Paris dan mendorong Indonesia untuk mencapai NZE pada tahun 2060 atau bahkan lebih awal.
"Dokumen Konsultatif 'Prinsip-prinsip untuk Manajemen dan Pengawasan Efektif Risiko Keuangan Terkait Iklim', yang dikeluarkan oleh The Basel Committee on Banking Supervision (BCBS), mendorong sektor perbankan untuk mengintegrasikan risiko iklim dalam kinerja keuangan dan pengungkapan informasi," tambahnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa panduan CRMS akan menjadi alat penting dalam membimbing bank dan regulator menuju keberlanjutan dalam mengelola risiko iklim. "Langkah-langkah ini sangat penting untuk mempersiapkan sektor keuangan Indonesia dalam menghadapi risiko iklim yang semakin nyata," imbuhnya.
Dengan penyusunan panduan CRMS yang komprehensif, diharapkan sektor keuangan Indonesia akan lebih siap dan adaptif menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin mendesak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









