LPS: Kesenjangan Inklusi Keuangan Menganga, Kalimantan Tertinggi Tanpa Rekening

AKURAT.CO Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti masih lebarnya kesenjangan inklusi keuangan antarwilayah di Indonesia. Mengutip dari data terbaru LPS menunjukkan Kalimantan menjadi kawasan dengan penduduk tanpa rekening tertinggi mencapai 25,55%.
Menyusul di belakangnya, wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua mencatat porsi 23,47% penduduk belum terhubung dengan layanan perbankan. Sementara itu Sumatera berada di posisi berikutnya dengan 19,08%, diikuti Jawa sebesar 19,55%.
Adapun wilayah dengan inklusi terbaik adalah Bali dan Nusa Tenggara, yang mencatat porsi penduduk tanpa rekening terendah yakni 14,30%.
Baca Juga: LPS: Penjaminan Polis Genjot DPK Perbankan
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan ketimpangan ini harus ditangani secara serius karena kepemilikan rekening merupakan prasyarat utama dalam memperkuat efektivitas penyaluran program ekonomi pemerintah.
“Rekening pribadi penting untuk transaksi, penyimpanan dana, hingga akses pembiayaan. Pemerintah menargetkan seluruh penduduk memiliki rekening,” ujarnya dalam Munas XI MUI di Jakarta.
Menurut Anggito, penyebab ketimpangan tidak hanya terletak pada sebaran infrastruktur perbankan, tetapi juga literasi keuangan yang belum merata. Wilayah dengan akses transportasi sulit dan tingkat pendidikan rendah cenderung memiliki inklusi keuangan yang lebih rendah.
LPS menilai kolaborasi lintas sektor harus diperkuat, baik dengan pemerintah daerah, industri perbankan, maupun tokoh masyarakat agar perluasan akses rekening bisa dipercepat.
Baca Juga: Purbaya Pastikan Kinerja Kemenkeu Tetap Normal Usai Anggito Pindah ke LPS
Saat ini terdapat sekitar 660 juta rekening perbankan di seluruh Indonesia, namun sebarannya belum mencerminkan kepemilikan individual.
Dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta orang, Anggito menilai peningkatan inklusi sangat bergantung pada keterhubungan tiap warga, bukan hanya jumlah rekening secara keseluruhan.
“Tujuannya agar penyaluran bantuan, pembiayaan, dan perlindungan simpanan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









