Direktur Keuangan PermataBank Beberkan Strategi Perusahaan Raih Pertumbuhan Laba 28 Persen di 2023

AKURAT.CO PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencetak laba bersih Rp2,58 trilliun sepanjang 2023, naik 28,39% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih pada 2022 sebesar Rp2,01 triliun.
Capaian ini tak lepas dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 9,58% yoy menjadi Rp9,99 triliun pada 2023. Selain pendapatan bunga, BNLI membukukan pendapatan berbasis komisi (fee based income) Rp1,67 triliun pada 2023, naik dibandingkan 2022 sebesar Rp1,66 triliun.
Direktur Keuangan PermataBank, Rudy Basyir Ahmad menguraikan bahwa pertumbuhan laba juga didorong pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 4,3% secara tahunan menjadi Rp142,23 triliun di 2023. Searah, aset perseroan turut terkerek hampir 1% di 2023 menjadi Rp257,4 triliun.
Baca Juga: PermataBank Cetak Laba Bersih Rp2,6 T di 2023, Naik 28,4 Persen
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kontribusi positif dari berbagai faktor, termasuk kredit segmen konsumen yang mengalami pertumbuhan sebesar 1%. Rudy turut menekankan bahwa meskipun terdapat beberapa tantangan di pasar, bank berhasil mempertahankan rasio keuangan yang sehat.
"Pada Desember 2023, total aset bank tercatat sebesar Rp257,4 triliun (naik 0,9% dibanding Rp255,1 triliun di 2022)," kata Rudy di sela Konferensi Pers Permata Bank di Jakarta, Kamis (7/3/2024).
Ditambahkan, dari sisi pendanaan, Bank Permata telah meraup dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp188,31 triliun sepanjang 2023, namun susut 3,72% yoy. Sejalan dengan DPK, raupan dana murah yang terdiri dari giro dan tabungan atau current account saving account (CASA) BNLI juga turun 8,68% yoy menjadi Rp103,57 triliun pada 2023. BNLI masih memiliki porsi CASA terhadap DPK sebesar 54,99% per Desember 2023.
"Meskipun demikian dana pihak ketiga mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya, namun strategi bank untuk melakukan penelitian dan meningkatkan rasio dana murah berjalan baik, dimana porsi CASA terhadap DPK tetap terjaga baik di level 55%," imbuhnya.
Sementara kecukupan modal bank juga disebut berada pada level yang jauh di atas ketentuan minimum, melebihi rata-rata industri perbankan.
"BNLI juga tetap berhati-hati menghadapi potensi ketidakpastian ekonomi global dan risiko kredit. Hal ini tercermin dari rasio NPL gross pada bank pada Desember 2023, yang mencapai 2,88 persen dibandingkan dengan 3,13 persen pada tahun 2022," ujar Rudy.
Di samping itu, Permata Bank terus menerapkan manajemen biaya yang efisien, dengan melakukan adaptasi cara kerja digital. Rasio biaya terhadap pendapatan atau cost to income ratio (CIR) juga terus membaik, mencapai level 51,54% pada posisi Desember 2023, lebih rendah 359 basis poin dari tahun sebelumnya.
Dengan demikian, bank optimis dapat terus mendukung pertumbuhan usaha baik secara organik maupun anorganik di masa yang akan datang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









