Akurat
Pemprov Sumsel

Pembiayaan Segmen Mikro Bank DKI Tembus Rp3,8 Triliun Per Maret 2024

Mukodah | 1 Mei 2024, 18:46 WIB
Pembiayaan Segmen Mikro Bank DKI Tembus Rp3,8 Triliun Per Maret 2024

 

AKURAT.CO Kredit dan pembiayaan UMKM Bank DKI pada kuartal pertama tahun 2024 meningkat 39,18 persen, dari Rp3,8 triliun per Maret 2023 menjadi Rp5,2 triliun.

Peningkatan tersebut dipicu dari tumbuhnya kredit dan pembiayaan segmen mikro sebesar 39,77 persen dari Rp2,7 triliun per Maret 2023 menjadi Rp3,8 triliun per Maret 2024.

Kemudian disusul pertumbuhan kredit dan pembiayaan segmen ritel sebesar 37,70 persen dari Rp1,1 triliun per Maret 2023 menjadi Rp1,5 triliun per Maret 2024.

Tidak hanya itu, porsi kredit dan pembiayaan UMKM secara kumulatif dibanding total kredit dan pembiayaan pun ikut meningkat dari 7,77 persen per Maret 2023 menjadi 10,36 persen per Maret 2024 dari total kredit dan pembiayaan Bank DKI per Maret 2024 sebesar Rp50,5 triliun.

Baca Juga: Gandeng Komunitas Tamiya, Bank DKI Dorong Transaksi Nontunai

"Pada segmen lain, kredit dan pembiayaan segmen konsumer Bank DKI juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,96 persen dari Rp20,5 triliun per Maret 2023 menjadi Rp22,6 triliun per Maret 2024," kata Direktur Keuangan dan Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto, dalam keterangan yang diterima Rabu (1/5/2024).

Sedangkan kredit dan pembiayaan segmen menengah, komersial dan sindikasi mengalami penurunan sebesar 5,67 persen dari Rp24,1 triliun per Maret 2023 menjadi Rp22,7 triliun per Maret 2024.

Penurunan tersebut merupakan bagian dari strategi bank untuk shifting fokus tingkatkan kredit pada segmen UMKM.

Romy mengatakan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank DKI mencapai sebesar Rp62,1 triliun per Maret 2024 di tengah masih berlangsungnya periode suku bunga yang tinggi (higher for longer).

Ia menyebut Bank DKI juga terus memperbaiki struktur DPK yang tercermin pada rasio CASA yang mengalami peningkatan dari 34,35 persen per Maret 2023 menjadi 41,45 persen per Maret 2024.

Adapun, dana murah yang dihimpun Bank DKI mencapai sebesar Rp25,8 triliun terdiri dari giro sebesar Rp15,9 triliun per Maret 2024, tumbuh 16,41 persen dari Rp13,6 triliun per Maret 2023 dan tabungan sebesar Rp9,9 triliun per Maret 2024 yang tumbuh 4,86 persen dari Rp9,4 triliun per Maret 2023.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-63, Heru Budi Harap Bank DKI Terus Bertumbuh Bersama Kota Jakarta

Menurut Romy, langkah ini merupakan strategi yang dipilih bank dalam menjaga likuiditas perseroan dengan posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) meningkat dari 72,06 persen per Maret 2023 menjadi 81,31 persen per Maret 2024.

Dengan berbagai kondisi tersebut, Bank DKI tetap mampu menjaga perolehan laba bersih sebesar Rp187 miliar per Maret 2024, yang didorong oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp650 miliar dan fee based income sebesar Rp134 Miliar per Maret 2024.

Secara keseluruhan, total aset Bank DKI per Maret 2024 mencapai sebesar Rp78,2 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi, menambahkan, selain pencapaian kinerja keuangan, sepanjang periode Q1-2024 Bank DKI juga mendapatkan sejumlah kategori penghargaan lembaga maupun individu seperti Indonesia Best BUMD Awards 2024, Investor Daily ESG Appreciation Night 2023, 4th Indonesia Syariah Awards 2024 dan penghargaan kategori personal lainnya.

"Sejumlah apresiasi dari lembaga independen tersebut memberikan motivasi bagi kami dalam melanjutkan berbagai inisiatif bisnis melalui sinergi. Serta meneguhkan komitmen kami untuk mencapai kinerja yang baik secara berkelanjutan utamanya dalam mendukung Jakarta sebagai kota global," jelas Arie.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK