AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik memerah pada perdagangan sesi I perdagangan, Selasa siang (14/5/2025). Mengutip RTI, indeks turun 0,23% atau 16,290 poin ke level 7.082,971.
Tercatat 287 saham turun, 247 saham naik, dan 224 saham stagnan. Total volume perdagangan 8,68 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp6,2 triliun. Sementara sejumlah indeks sectoral mengalami penurunan terdalam dan menyeret IHSG, termasuk IDX-Industry yang turun 1,7%, IDX-Techno yang susut 1,25% dan IDX-Energy yang terjun 0,94%.
Menurut riset Mega Capital Sekuritas, bursa saham global cenderung bergerak flat menjelang pengumuman indeks harga produsen (PPI) AS untuk periode April yang diperkirakan naik 2,2% YoY.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditaksir Konsolidasi ke 7.089-7.202
Pasar menanti dampak data ini, yang dapat memicu rebound atau penurunan bursa saham. Wakil Gubernur Bank Sentral AS, Philip Jefferson, menyatakan bahwa suku bunga saat ini dianggap tepat hingga inflasi turun ke target 2%.
Dari Asia, China melaporkan surplus neraca transaksi berjalan pada kuartal I-2024 turun ke USD39,2 miliar, terendah sejak 2020, disebabkan oleh defisit pada Foreign Direct Investment sebesar USD27,9 miliar, yang membebani indeks bursa Asia.
Selain data inflasi AS, pelaku pasar juga akan mencermati komentar Gubernur The Fed, Jerome Powell, terkait beragam pandangan pejabat The Fed akhir pekan lalu.
Di bursa domestik, IHSG pada perdagangan Senin, 13 Mei 2024, menguat 0,15% ke level 7.099, didukung oleh optimisme masyarakat terhadap perekonomian setelah rilis data IKK April yang naik ke level tertinggi sejak Mei 2023. Penguatan ini terutama didorong oleh saham-saham lapis dua dan tiga.
Musim rilis kinerja emiten kuartal pertama berlanjut, dengan beberapa emiten seperti ELSA, MEDC, KLBF, SIDO, dan AMRT dijadwalkan merilis kinerja pekan ini. Investor asing mencatat aksi net sell besar sebesar Rp2,02 triliun, dengan saham BBRI, BBCA, BMRI, MDKA, dan ICBP paling banyak dijual.
Secara sektoral, sektor teknologi menguat 1,58% didorong oleh saham EMTK, BUKA, dan DMMX, sedangkan sektor kesehatan melemah 0,58% akibat aksi profit taking pada saham SILO, HEAL, dan MIKA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









