IHSG Jatuh 0,74 Persen ke 7.214,56, Sektor Bahan Baku Pimpin Penurunan
Hefriday | 15 November 2024, 20:52 WIB

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (15/11/2024) kembali ditutup di zona merah, melemah 0,74% atau turun 53,31 poin ke level 7.161,25. IHSG dibuka di level 7.214,56, namun terus berada di teritori negatif sepanjang sesi perdagangan.
Berdasarkan data RTI Business, sebanyak 393 saham mencatatkan penurunan harga, sementara 198 saham menguat, dan 196 saham tidak mengalami perubahan. Volume perdagangan mencapai 48,92 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,18 juta kali, dan nilai total transaksi tembus Rp11,75 triliun.
Indeks-indeks saham unggulan dalam negeri juga mengalami pelemahan. IDX30 turun 0,39% menjadi 446,40, LQ45 melemah 0,46% menjadi 871,69, Sri-Kehati turun 0,09% ke level 390,32, dan Jakarta Islamic Index (JII) merosot 0,74% ke posisi 497,73.
Baca Juga: IHSG Tertunduk 1,29 Persen ke 7.214,55
Sebagian besar sektor saham mencatatkan penurunan, dengan sektor bahan baku memimpin pelemahan sebesar 1,92%. Sektor lainnya yang ikut melemah adalah sektor siklikal turun 1,38%, sektor energi merosot 1,28%, sektor teknologi melemah 0,89%, sektor properti turun 0,63%, dan sektor keuangan turun 0,62%
Sektor transportasi juga melemah sebesar 0,49%, diikuti sektor non-siklikal yang turun 0,38% sektor infrastruktur melemah 0,32%n, serta sektor kesehatan yang turun 0,26%. Satu-satunya sektor yang berhasil mencatatkan penguatan adalah sektor industri, dengan kenaikan sebesar 0,49%.
Kinerja sektor industri yang positif didukung oleh kenaikan saham PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar 2,21%. UNTR menjadi pendorong utama penguatan sektor ini di tengah tekanan pada sektor lainnya.
Beberapa saham yang menjadi top gainers hari ini di antaranya adalah PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK), PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ).
Di sisi lain, saham yang mencatatkan pelemahan terbesar (top losers) adalah PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), PT Duta Anggada Realty Tbk (DART), dan PT Golden Flower Tbk (POLU).
3 saham yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan volume adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Minerals Resources Tbk (BRMS), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Ketiganya mencatat volume transaksi yang signifikan, menjadi pusat perhatian pelaku pasar sepanjang sesi perdagangan.
Pelemahan IHSG hari ini mencerminkan sentimen negatif yang melanda pasar saham, baik domestik maupun global. Tekanan dari penurunan harga komoditas global serta ketidakpastian kebijakan ekonomi internasional menjadi faktor yang membebani pergerakan pasar saham di Indonesia.
Meski demikian, investor tetap diimbau untuk mencermati sektor-sektor yang menunjukkan potensi pertumbuhan, seperti sektor industri, yang menjadi satu-satunya sektor dengan kinerja positif hari ini. Strategi diversifikasi portofolio dan perhatian pada saham unggulan masih menjadi kunci di tengah volatilitas pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









