Perkuat Bisnis Pembiayaan, Mandiri Tunas Finance (MTF) Terbitkan Obligasi Rp1,6 Triliun

AKURAT.CO PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap IV Tahun 2024 di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai total Rp1,6 triliun.
Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap IV Tahun 2024 ini terdiri dari dua seri. Seri A memiliki nilai nominal sebesar Rp423,735 miliar dengan tingkat bunga 6,70% per tahun dan jangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi. Sementara itu, Seri B memiliki nilai nominal lebih besar, yaitu Rp1,185 triliun dengan tingkat bunga 6,85% per tahun dan jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi.
Obligasi ini mendapatkan hasil pemeringkatan tertinggi, yaitu AAA (Triple A), dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), menandakan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kemampuan PT Mandiri Tunas Finance dalam memenuhi kewajibannya. Sebagai Wali Amanat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk turut memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan perlindungan investor dalam proses penerbitan obligasi ini.
Baca Juga: Danai Proyek Angkutan Batu Bara di Sumsel, KAI Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2 Triliun
Menurut manajemen MTF, obligasi ini diharapkan dapat mendukung pembiayaan untuk pengembangan usaha, khususnya dalam sektor multifinance yang terus tumbuh pesat.
Ke depan, PT Mandiri Tunas Finance terus berkomitmen untuk memperluas peranannya dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional melalui penerbitan instrumen keuangan yang inovatif dan berdaya saing. Strategi ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi pemimpin di industri multifinance sekaligus mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia.
Pencatatan obligasi ini berkontribusi pada total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat di BEI sepanjang tahun 2024. Hingga saat ini, terdapat 124 emisi dari 65 emiten dengan nilai mencapai Rp115,74 triliun. Hal ini menunjukkan pertumbuhan signifikan pada pasar obligasi domestik, memberikan peluang investasi yang beragam bagi para investor.
Secara keseluruhan, jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI telah mencapai 592 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp469,02 triliun dan USD86,0163 juta. Obligasi ini diterbitkan oleh 132 emiten yang berasal dari berbagai sektor, mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap pasar modal Indonesia.
Selain itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI mencapai 191 seri dengan nilai nominal sebesar Rp6.035,71 triliun dan USD502,10 juta. Instrumen ini menjadi salah satu pilihan utama bagi investor yang mencari investasi dengan risiko rendah namun tetap memberikan imbal hasil kompetitif.
Tidak hanya itu, di Bursa Efek Indonesia juga tercatat 8 emisi Efek Beragun Aset (EBA) dengan total nilai Rp2,70 triliun. Keberagaman instrumen yang tersedia menunjukkan perkembangan pasar modal yang semakin inklusif dan mampu menjawab kebutuhan berbagai jenis investor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










