Didukung Program Prabowo, Outlook Industri Asuransi hingga Dapen Cerah di 2025

AKURAT.CO Prospek industri asuransi, penjaminan dan dana pensiun di tahun 2025 masih menjanjikan, didorong program-program terbaru pemerintah, seperti pembangunan fasilitas kesehatan, infrastruktur pendidikan, dan perumahan rakyat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono. “Industri asuransi dapat mendukung dan menopang program-program tersebut,” ujar Ogi dalam jawaban tertulis, dikutip Kamis (19/12/2024).
Dirinci, asuransi kesehatan punya peluang tinggi untuk tumbuh. Pertumbuhan sektor kesehatan yang pesat memerlukan dukungan dari asuransi jiwa dan kesehatan. Ogi menekankan pentingnya penguatan prudential underwriting dan peran medical advisory board dalam proses klaim asuransi kesehatan.
Baca Juga: Negara Bisa Merugi Usai PT Asuransi PLN Wanprestasi pada Proyek Pemerintah
Kemudian sektor asuransi mikro juga memiliki potensi besar untuk mendukung program intensifikasi pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Menurut data OJK, aset dana pensiun, baik wajib maupun sukarela, tumbuh konsisten dengan tingkat pertumbuhan dua digit sebesar 10,35% (year-on-year/yoy) per Oktober 2024. Angka ini melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya. Program pensiun wajib yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dan Asabri menjadi motor utama pertumbuhan ini.
“Kami optimis terhadap potensi pertumbuhan dana pensiun pada tahun 2025, didukung oleh perluasan cakupan kepesertaan oleh BPJS Ketenagakerjaan serta peran penting dana pensiun sebagai investor institusional,” ungkap Ogi.
Ditambahkan Ogi, BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah peserta, termasuk kampanye kesadaran dan kemudahan pendaftaran bagi pekerja formal maupun informal.
“Semakin banyak pekerja yang terdaftar, maka kontribusi yang masuk ke program pensiun juga akan meningkat,” imbuh Ogi.
Perluasan kepesertaan ini sejalan dengan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 untuk menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan kesejahteraan masyarakat.
Ogi juga menekankan bahwa pertumbuhan investasi dana pensiun didukung oleh suku bunga yang masih tinggi. Mayoritas investasi program pensiun ditempatkan pada instrumen pendapatan tetap seperti obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan deposito.
“Dana pensiun akan terus berkontribusi pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi yang dilakukan oleh program pensiun,” tekannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









