Capai 169.397 Orang, Investor Pasar Modal Syariah Tumbuh 147 Persen dalam 5 Tahun
Hefriday | 4 Februari 2025, 19:16 WIB

AKURAT.CO Pasar modal syariah di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa jumlah saham syariah yang terdaftar meningkat sebesar 53% dalam lima tahun terakhir,
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, dari 429 saham pada tahun 2019 menjadi 656 saham pada 2024. Tak hanya itu, jumlah investor syariah juga melonjak tajam hingga 147%, dari 68.599 investor pada 2019 menjadi 169.397 investor pada 2024.
Peningkatan ini menandakan bahwa kesadaran masyarakat terhadap investasi berbasis syariah semakin tinggi.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyatakan bahwa tren ini menunjukkan pasar modal syariah di Indonesia semakin inklusif dan menarik bagi berbagai kalangan, terutama generasi muda yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah.
"Pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa pasar modal syariah bukan hanya alternatif, tetapi telah menjadi bagian utama dalam ekosistem pasar modal di Indonesia," ujar Iman dalam keterangannya, Selasa (4/2/2025).
"Pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa pasar modal syariah bukan hanya alternatif, tetapi telah menjadi bagian utama dalam ekosistem pasar modal di Indonesia," ujar Iman dalam keterangannya, Selasa (4/2/2025).
Baca Juga: Pusat Riset Pasar Modal Syariah Hadir di UPI
Selain meningkatnya jumlah saham dan investor, dominasi pasar modal syariah dalam industri pasar modal Indonesia juga semakin kuat.
Selain meningkatnya jumlah saham dan investor, dominasi pasar modal syariah dalam industri pasar modal Indonesia juga semakin kuat.
"Per 31 Januari 2025, kapitalisasi pasar saham syariah menguasai 55% dari total kapitalisasi pasar saham Indonesia. Nilai rata-rata transaksi harian saham syariah juga mencatat angka yang sama, yakni 55% dari total transaksi harian saham", ujarnya.
Pertumbuhan pasar modal syariah ini tidak lepas dari peran berbagai lembaga dalam mendorong edukasi dan inovasi. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pendirian Centre of Research for Islamic Capital Market FPEB UPI yang baru saja diresmikan di Universitas Pendidikan Indonesia.
Pusat penelitian ini bertujuan untuk menjembatani riset akademik dengan praktik industri, sehingga dapat memberikan solusi dan inovasi baru bagi perkembangan pasar modal syariah.
Pusat penelitian ini bertujuan untuk menjembatani riset akademik dengan praktik industri, sehingga dapat memberikan solusi dan inovasi baru bagi perkembangan pasar modal syariah.
Dengan semakin banyaknya penelitian yang aplikatif, diharapkan produk-produk investasi syariah ke depan semakin beragam dan lebih menarik bagi investor.
Selain edukasi, digitalisasi juga turut mendorong pertumbuhan investor syariah di Indonesia. Platform perdagangan saham berbasis digital yang semakin mudah diakses membuat masyarakat lebih tertarik untuk berinvestasi di instrumen syariah.
Pemerintah dan regulator juga terus berupaya menciptakan kebijakan yang mendukung pengembangan pasar modal syariah. Berbagai insentif dan regulasi yang pro-investor syariah terus dihadirkan agar industri ini semakin berkembang dan mampu bersaing di kancah global.
Meskipun pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia terbilang pesat, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah meningkatkan literasi keuangan syariah agar semakin banyak masyarakat yang paham dan tertarik untuk berinvestasi.
Dengan tren yang terus positif, para pelaku industri optimistis bahwa pasar modal syariah akan terus berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.
Selain edukasi, digitalisasi juga turut mendorong pertumbuhan investor syariah di Indonesia. Platform perdagangan saham berbasis digital yang semakin mudah diakses membuat masyarakat lebih tertarik untuk berinvestasi di instrumen syariah.
Pemerintah dan regulator juga terus berupaya menciptakan kebijakan yang mendukung pengembangan pasar modal syariah. Berbagai insentif dan regulasi yang pro-investor syariah terus dihadirkan agar industri ini semakin berkembang dan mampu bersaing di kancah global.
Meskipun pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia terbilang pesat, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah meningkatkan literasi keuangan syariah agar semakin banyak masyarakat yang paham dan tertarik untuk berinvestasi.
Dengan tren yang terus positif, para pelaku industri optimistis bahwa pasar modal syariah akan terus berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.
Apalagi dengan adanya dukungan dari sektor akademik, teknologi, serta kebijakan yang semakin pro terhadap investasi syariah, prospek pasar modal syariah di Indonesia ke depan diprediksi akan semakin cerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










