Akurat
Pemprov Sumsel

The Fed Tahan Suku Bunga, Philip Jefferson: Ekonomi AS Masih Stabil

Ainur Rahman | 6 Februari 2025, 14:50 WIB
The Fed Tahan Suku Bunga, Philip Jefferson: Ekonomi AS Masih Stabil

AKURAT.CO Bank Sentral AS (The Fed) masih memilih untuk bermain aman dalam mengatur kebijakan suku bunga.

Wakil Gubernur The Fed, Philip Jefferson, menegaskan bahwa meskipun ekonomi dan pasar tenaga kerja AS masih kuat, penyesuaian suku bunga harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Dalam pidatonya di Lafayette College, Pennsylvania, mengutip dari Reuters, Jefferson menyatakan bahwa ia melihat adanya perlambatan bertahap dalam dampak kebijakan moneter terhadap ekonomi AS.

Ia juga menilai bahwa The Fed saat ini mulai bergerak menuju kebijakan yang lebih netral tanpa terburu-buru melakukan perubahan drastis.

Baca Juga: Tunggu Waktu Yang Tepat, The Fed Tak Mau Gegabah

Pekan lalu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,25% hingga 4,5% setelah sebelumnya menurunkan suku bunga tiga kali berturut-turut sepanjang 2024.

Dengan total pemangkasan sebesar 1%, langkah tersebut diambil dengan harapan inflasi bisa terus turun hingga mendekati target 2%.

Sebelumnya, Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini akan tetap dipertahankan sambil menunggu perkembangan ekonomi, terutama terkait inflasi dan kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintahan Donald Trump.

Oleh karena itu, Jefferson menyoroti bahwa inflasi masih akan berfluktuasi dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Tingkat Pengangguran AS Berpotensi Meningkat, Bagaimana Langkah The Fed?

Namun, data terbaru menunjukkan bahwa inflasi inti masih terkendali pada Desember lalu, memberikan sinyal bahwa perekonomian AS tidak sedang dalam kondisi kritis.

"Dengan keseimbangan yang lebih baik antara permintaan dan pasokan, pertumbuhan upah yang mulai lebih stabil, serta ekspektasi inflasi jangka panjang yang tetap terjaga, inflasi berpeluang besar untuk terus bergerak menuju target kami," kata Jefferson.

Meski begitu, The Fed tetap bersikap waspada dan tidak ingin mengambil keputusan yang gegabah. Mereka lebih memilih untuk melihat perkembangan ekonomi terlebih dahulu sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Baca Juga: Optimisme The Fed Terhadap Penurunan Inflasi dan Stabilitas Ekonomi AS

Tak sampai di situ saja, Jefferson juga menegaskan bahwa ekonomi AS masih cukup kuat di awal 2025, terutama berkat daya beli masyarakat yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang stabil.

Namun, ia juga memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya, mengingat rumah tangga dan dunia usaha masih menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.