The Fed Tahan Suku Bunga, Philip Jefferson: Ekonomi AS Masih Stabil

AKURAT.CO Bank Sentral AS (The Fed) masih memilih untuk bermain aman dalam mengatur kebijakan suku bunga.
Wakil Gubernur The Fed, Philip Jefferson, menegaskan bahwa meskipun ekonomi dan pasar tenaga kerja AS masih kuat, penyesuaian suku bunga harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Dalam pidatonya di Lafayette College, Pennsylvania, mengutip dari Reuters, Jefferson menyatakan bahwa ia melihat adanya perlambatan bertahap dalam dampak kebijakan moneter terhadap ekonomi AS.
Ia juga menilai bahwa The Fed saat ini mulai bergerak menuju kebijakan yang lebih netral tanpa terburu-buru melakukan perubahan drastis.
Baca Juga: Tunggu Waktu Yang Tepat, The Fed Tak Mau Gegabah
Pekan lalu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,25% hingga 4,5% setelah sebelumnya menurunkan suku bunga tiga kali berturut-turut sepanjang 2024.
Dengan total pemangkasan sebesar 1%, langkah tersebut diambil dengan harapan inflasi bisa terus turun hingga mendekati target 2%.
Sebelumnya, Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini akan tetap dipertahankan sambil menunggu perkembangan ekonomi, terutama terkait inflasi dan kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintahan Donald Trump.
Oleh karena itu, Jefferson menyoroti bahwa inflasi masih akan berfluktuasi dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: Tingkat Pengangguran AS Berpotensi Meningkat, Bagaimana Langkah The Fed?
Namun, data terbaru menunjukkan bahwa inflasi inti masih terkendali pada Desember lalu, memberikan sinyal bahwa perekonomian AS tidak sedang dalam kondisi kritis.
"Dengan keseimbangan yang lebih baik antara permintaan dan pasokan, pertumbuhan upah yang mulai lebih stabil, serta ekspektasi inflasi jangka panjang yang tetap terjaga, inflasi berpeluang besar untuk terus bergerak menuju target kami," kata Jefferson.
Meski begitu, The Fed tetap bersikap waspada dan tidak ingin mengambil keputusan yang gegabah. Mereka lebih memilih untuk melihat perkembangan ekonomi terlebih dahulu sebelum mengambil langkah selanjutnya.
Baca Juga: Optimisme The Fed Terhadap Penurunan Inflasi dan Stabilitas Ekonomi AS
Tak sampai di situ saja, Jefferson juga menegaskan bahwa ekonomi AS masih cukup kuat di awal 2025, terutama berkat daya beli masyarakat yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang stabil.
Namun, ia juga memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya, mengingat rumah tangga dan dunia usaha masih menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







