Kasus Unik! Bioskop Didenda karena Terlalu Banyak Iklan Sebelum Film Dimulai

AKURAT.CO Menonton film di bioskop seharusnya jadi pengalaman yang menyenangkan. Namun, apa jadinya kalau film yang sudah dijadwalkan malah molor gara-gara deretan iklan dan trailer yang panjang?
Hal inilah yang dialami Abhishek MR, seorang pria asal Bangalore, India, yang akhirnya menggugat jaringan bioskop PVR INOX karena keterlambatan pemutaran film.
Kasus ini bermula ketika Abhishek memesan tiga tiket untuk film Bollywood yang seharusnya tayang pukul 16.05 waktu setempat. Namun, film baru dimulai pukul 16.30 karena tayangan iklan dan trailer yang berlangsung selama 25 menit. Keterlambatan ini bukan hanya mengganggu, tetapi juga membuatnya kehilangan waktu berharga hingga mengacaukan jadwal kerjanya.
"Di era modern, waktu itu uang. Nggak ada yang boleh menyia-nyiakan waktu dan uang orang lain," ujar Abhishek, mengutip dari laman The Independent.
Baca Juga: Bukan LK21 atau IndoXXI, Nonton Film Black And Blue Gratis Tayang di Bioskop Trans TV Hari Ini!
Setelah meninjau kasus ini, Pengadilan Konsumen di Bangalore akhirnya memutuskan bahwa PVR INOX harus membayar denda sebesar INR100.000 atau sekitar Rp 19 juta.
Selain itu, bioskop juga diwajibkan membayar kompensasi senilai INR50.000 (Rp 9,4 juta) untuk penderitaan mental yang dialami Abhishek, serta INR10.000 sekitar (Rp1,8 juta) untuk biaya pengajuan gugatan.
Namun, pihak bioskop membela diri dengan alasan bahwa iklan layanan masyarakat merupakan kewajiban pemerintah. Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa jeda iklan memberi kesempatan bagi penonton yang datang terlambat.
Meski begitu, pengadilan tetap menilai bahwa pemutaran iklan komersial hingga melebihi jadwal yang ditentukan tidak dapat dibenarkan. Hal ini membuka diskusi lebih luas soal hak konsumen dalam menikmati layanan hiburan yang sesuai dengan jadwal yang dijanjikan.
Baca Juga: Mau Nonton Bioskop? Berikut Cara Memesan Tiket Online Melalui Aplikasi TIX ID
Tentunya dari kasus tersebut memunculkan perdebatan soal apakah penayangan iklan sebelum film adalah strategi bisnis yang sah atau justru merugikan konsumen.
Bagi pihak bioskop, menampilkan iklan adalah cara untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Namun, bagi penonton, iklan yang terlalu lama justru mengganggu pengalaman menonton mereka.
Di beberapa negara, ada regulasi yang mengatur batasan durasi iklan sebelum film dimulai. Namun, di banyak tempat, kebijakan ini masih longgar, sehingga penonton kerap dipaksa menonton iklan yang tak berkesudahan.
Kasus Abhishek mungkin jadi alarm bagi industri bioskop agar lebih memperhatikan kenyamanan penonton. Bagaimanapun juga, pengalaman menonton yang menyenangkan adalah kunci agar bioskop tetap jadi pilihan utama di era streaming digital yang semakin berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








