Akurat
Pemprov Sumsel

IHSG Anjlok 7,83 Persen Selama Sepekan, Aksi Jual Investor Asing Warnai Bursa

Hefriday | 1 Maret 2025, 23:21 WIB
IHSG Anjlok 7,83 Persen Selama Sepekan, Aksi Jual Investor Asing Warnai Bursa

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penurunan tajam selama pekan 24 hingga 28 Februari 2025, turun sebesar 7,83% hingga mencapai level 6.270,59.

Kondisi ini turut menyebabkan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami penurunan signifikan, yakni turun sebesar 7,69% menjadi Rp10.880 triliun dari Rp11.786 triliun pekan sebelumnya.

Menurut Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, penurunan IHSG selama pekan tersebut merupakan akumulasi dari berbagai faktor, mulai dari kondisi global hingga kinerja korporasi. 
 
"Selama sepekan terakhir, IHSG turun 7,83 persen dari posisi 6.803,01 menjadi 6.270,59," ujar Kautsar dalam keterangannya, Sabtu (1/3/2025). 
 
 
Meski indeks pasar mengalami pelemahan, rata-rata volume transaksi harian mencatat peningkatan sebesar 21,62%, naik menjadi 22,35 miliar lembar dari 18,38 miliar lembar.
 
Selain itu, nilai transaksi harian juga menguat, naik sebesar 16,19% menjadi Rp13,68 triliun dari Rp11,78 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pasar sedang tertekan, aktivitas perdagangan tetap tinggi.
 
Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian di Bursa mengalami penurunan sekitar 4,46%, tercatat hanya 1,17 juta transaksi dibandingkan 1,23 juta transaksi pekan sebelumnya.
 
Penurunan frekuensi ini mengindikasikan bahwa meski volume dan nilai transaksi meningkat, partisipasi transaksi per peristiwa sedikit menurun.
 
Ketidakstabilan pasar juga terlihat dari aksi jual bersih investor asing. Pada tanggal 28 Februari 2025, tercatat nilai jual bersih mencapai Rp2,91 triliun.
 
Namun demikian sejak awal tahun, investor asing dilaporkan telah mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp21,89 triliun, namun aksi jual terbaru menunjukkan adanya pergeseran sentimen.
 
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyebutkan bahwa penurunan IHSG selama periode 21-27 Februari 2025 dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal. 
 
"Selalu bagaimana global, domestik, dan korporasi. Apa yang terjadi di global, perang tarif AS dan mitranya, Trump 2.0 tidak gampang, dan investor asing sekarang masuk ke AS," ujarnya, Jumat (28/2/2025).
 
Iman juga menyoroti peran kebijakan moneter Federal Reserve AS, yang menahan suku bunga acuannya.
 
Menurutnya, kebijakan tersebut memberi dampak negatif terhadap pasar saham Indonesia karena investor mencari alternatif dengan imbal hasil yang lebih tinggi di pasar AS. 
 
Informasi mengenai kemungkinan penurunan suku bunga hanya akan terjadi satu kali tahun ini juga menjadi sinyal penting yang memengaruhi sentimen pasar.
 
Selain faktor eksternal, beberapa emiten telah merilis laporan keuangan mereka. Meskipun beberapa kinerja menunjukkan peningkatan, hasil laporan tersebut masih berada di bawah konsensus analis.
 
Hal ini turut memperparah kondisi pasar dan menambah tekanan pada IHSG. Investor asing, yang sejak awal tahun atau year to date, telah menunjukkan kecenderungan melakukan penjualan bersih, telah melakukan aksi jual hampir mencapai Rp19 triliun.
 
"Tahun lalu asing masih net buy Rp17 triliun, sekarang hanya dua bulan sudah net sell hampir Rp19 triliun," tukas Iman. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa