Akurat
Pemprov Sumsel

Saham Blue Chip Berguguran, Lo Kheng Hong: Kesempatan Beli Wonderful Company di Harga Diskon

Hefriday | 1 Maret 2025, 23:36 WIB
Saham Blue Chip Berguguran, Lo Kheng Hong: Kesempatan Beli Wonderful Company di Harga Diskon

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar 7,83% sepanjang perdagangan Jumat (28/2/2025), mencapai level 6.270,59. 

Searah, Indeks LQ45 pun menunjukkan tren penurunan, turun sebesar 3,80%. Beberapa saham blue chip yang termasuk dalam indeks tersebut juga mengalami koreksi tajam. Misalnya, saham INKP turun sebesar 15,70%, UNVR sebesar 15,42%, SMGR turun 10,04%, ACES turun 7,86%, dan BBRI turun 7,44%

Menanggapi situasi ini, investor kawakan, Lo Kheng Hong, mengungkapkan pandangannya mengenai situasi pasar saat ini. Ia menyatakan kekhawatiran yang meluas di kalangan investor tentang kondisi pasar yang sedang tidak stabil. 

"Saham-saham di Bursa Efek Indonesia pada berjatuhan. Ada perusahaan-perusahaan wonderful yang bagus sekali, saham-saham blue chips ada yang turun 35 persen, turun 30 persen," ujarnya dipantau dari kanal Youtube Today’s Message, Sabtu (1/3/2025).
 
 
Menurut Lo Kheng Hong, situasi di pasar saham saat ini memang tidak menggembirakan karena investor asing terus melakukan penjualan. "Situasinya tidak bagus. Asing terus menjual keluar," ujar beliau. Namun, di balik situasi tersebut, beliau melihat adanya peluang emas bagi investor yang cerdas.
 
Beliau menambahkan, meskipun pasar sedang mengalami tekanan, ada potensi jangka panjang untuk membeli saham berkualitas dengan harga yang lebih menarik.
 
"Tapi bagi saya itu adalah kesempatan karena saya bisa membeli wonderful company di harga diskon. Karena bagi saya penurunan harga saham adalah peluang emas bagi investor karena dia bisa membeli perusahaan yang bagus dengan harga yang murah," imbuhnya. 
 
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa selama periode perdagangan pekan lalu, sebanyak 555 saham ditutup di zona merah, sementara hanya 91 saham yang menghijau dan 146 saham berada di posisi stagnan.
 
Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp20,66 triliun, menggambarkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meskipun terjadi pelemahan indeks.
 
Menurut data BEI tersbeut, IHSG yang semula berada di level 6.803 pada pekan sebelumnya turun sebesar 7,83% ke level 6.270,59 pada pekan ini. Penurunan ini semakin diperparah oleh aksi jual net investor asing.
 
Pada hari yang sama, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp2,91 triliun, dan sepanjang tahun 2025, nilai jual bersih yang tercatat mencapai Rp21,90 triliun.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa